Page 20 - C:\Users\VivoBook\Documents\KULIAH\
P. 20

13



                       1.  Penyaringan darah (filtrasi)

                                Proses filtrasi terjadi antara glomerulus dan kapsul Bowman. Ketika darah

                          dari  arteriol  aferen  memasuki  glomerulus,  tekanan  darah  meningkat.  Hal  ini
                          menyebabkan air dan molekul  tidak larut dalam darah melewati dinding kapiler

                          menuju  glomerulus.  Kemudian,  air  dan  molekul  memasuki  pelat  filter  kapsul
                          Bowman. Hasil penyaringan ini disebut filtrat glomerulus atau urin primer. Filtrat

                          ini akan dipindahkan melalui tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus
                          kontortus distal, kemudian ke tubulus pengumpul.

                       2.  Reabsorpsi (Reabsorpsi)

                                Pada  saat  filtrat  dikeluarkan,  darah  di  arteriol  eferen  glomerulus  menjadi
                          kental pekat. Hal ini terjadi karena banyaknya air yang hilang. Selain itu, filtrasi

                          mengandung  zat  berukuran  besar  yang  tidak  dapat  melewati  dinding  kapiler
                          glomerulus, seperti sel darah, protein besar, dan fragmen lemak. Sedangkan urin

                          primer yang dihasilkan kapsul Bowman masuk ke tubulus kontortus proksimal. Di
                          titik persimpangan antara kapiler Ini mengelilingi tubulus dan diserap oleh glukosa,

                          asam amino dan ion natrium. Urine primer yang memasuki lengkung Henle bersifat

                          isotonik dengan darah di kapiler. Natrium klorida dan air diserap di lengkung Henle.
                                Penyerapan berlanjut di tubulus kontortus distal. Di sini terjadi penyerapan

                          urea, kreatinin, zat obat, H+ dan NH4-. Sementara garam natrium klorida, air dan

                          ion HCO3- diserap kembali. Urin yang dihasilkan oleh tubulus berbelit-belit distal
                          disebut urin sekunder. Hasil reabsorpsi ini mengandung air, garam, urea, dan pigmen

                          empedu yang memberikan bau dan warna pada urine.
                       3.  Penyerapan Kembali (Augmentasi)

                                Urine  sekunder  dari  tubulus  kontortus  distal  akan  masuk  ke  tubulus
                          pengumpul. Di dalam Air, NaCl dan garam urea masih diserap kembali di tubulus

                          ini, sehingga menghasilkan urin sesungguhnya untuk dikeluarkan dari tubuh. Dari

                          tubulus pengumpul, urin masuk ke panggul ginjal, kemudian dialirkan melalui ureter
                          menuju  kandung  kemih.  Saat  kandung  kemih  penuh,  seseorang  akan  merasakan

                          keinginan untuk buang air kecil.
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25