Page 22 - C:\Users\VivoBook\Documents\KULIAH\
P. 22
15
amonia N, sulfat, dan hormon. Zat yang terkandung dalam urin meliputi: limbah nitrogen
(urea, kreatinin dan asam urat), zat sisa asam hipurat pencernaan buah dan sayur, tubuh Keton
adalah produk sisa metabolisme lemak, ion elektrolit (Na, Cl, K, amonium, sulfat, Ca dan
Mg), hormon, zat beracun (obat-obatan, vitamin dan bahan kimia asing), zat anomaly
(protein, glukosa, kristal sel darah jeruk nipis, dll).
Tabel 2. Komposisi rata-rata Urin Untuk Orang Normal
MOLEKUL g/100ml
Air 96 g
Garammineral ( terutama NaCl) 1.8 g
Ure 2 g
Zat nitrogen lain 0,2 9
Urine normal yang baru dikeluarkan tampak bening hingga agak keruh dan berwarna
kuning dari pigmen urochrome dan urobilin. Intensitas warnanya sesuai dengan konsentrasi
urin; urin hampir encer urin tidak berwarna dan pekat berwarna kuning tua atau coklat
(Andrizal et al., 2018). Kelainan pada warna, kejernihan, atau kekeruhan dapat
mengindikasikan infeksi, dehidrasi, darah dalam urin (hematuria), penyakit hati, kerusakan
otot, atau kemungkinan sel darah merah dalam darah (Ningsih, 2020).
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI URINE
Produksi urine terdapat hubungan yang signifikan antara keluaran urin dan hasil akhir
pasien gagal jantung akut dengan p-value 0,011 (p<0,05). Sedangkan dari hasil analisis data
mengenai hubungan saturasi oksigen dengan outcome tidak terdapat hubungan yang
signifikan dengan p-value 0,123 (p>0,05). Begitu pula dengan tidak terdapat hubungan
bermakna antara haluaran urin dengan saturasi oksigen dengan nilai p-value 0,368 (p>0,05)
(A. P. Khaira, 2021). Jumlah urine yang kita keluarkan setiap harinya tidaklah sama.Jumlah
banyaknya urin yang dikeluarkan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
sebagai berikut.
1) Banyaknya air yang diminum Jika kita banyak minum maka konsentrasi protein
dalam darah akan menurun sehingga tekanan koloid protein juga menurun. Hal ini
menyebabkan tekanan filtrasi menjadi kurang efektif.
2) Saraf; Stimulasi saraf ginjal menyebabkan penyempitan pembuluh darah menuju
glomerulus, akibatnya air dan darah ke glomerulus berkurang, oleh karena itu
tekanannya pun menurun. Hal ini menyebabkan proses filtrasi menjadi kurang efektif.
3) Hormon antidiuretik (ADH); ADH adalah hormon yang mempengaruhi penyerapan
air oleh dinding tubulus. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis posterior. Jika