Page 11 - E-MODUL IPAS LUCYA TRISEPTIAWATI
P. 11
MATERI PEMBELAJARAN 3
“Perjuangan bangsa Indonesia
dalam melawan Imperialisme”
1. Pertempuran di Maluku
Pattimura
Setelah Belanda menang dalam pertempuran di Maluku, Belanda kembali
berkuasa yang mengakibatkan penurunan kesejahteraan masyarakat
Maluku. Dalam menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh dan pemuda
Maluku mengadakan pertemuan rahasia di Pulau Haruku.
Kemudian, pertemuan lain diadakan pada 14 Mei 1817 di Hutan Kayu
Putih, Pulau Sapura. Melalui pertemuan-pertemuan ini diputuskan untuk
melawan penjajahan Belanda yang penuh keserakahan dan kekejaman.
Pada 15 Mei 1857, tembak-menembak terjadi ketika Thomas Matulessy,
yang lebih dikenal sebagai Pattimura, memimpin perlawanan melawan
Belanda untuk merebut Benteng Duurstede di Saparua. Perlawanan ini juga
meluas ke wilayah lain, termasuk penyerangan Benteng Zeelandia di Pulau
Haruku.
Belanda memobilisasi pasukan dari Ternate dan Tidore untuk menghadapi
perlawanan ini, yang menyebabkan kekalahan bagi Pattimura. Pattimura
ditangkap dan dihukum mati, sementara Martha Christina Tiahahu yang
melanjutkan perlawanan pun juga ditangkap serta diasingkan ke Pulau Jawa
yang akhirnya meninggal pada 2 Januari 1818 karena mogok makan dan
penolakan membuka mulut.
7