Page 14 - E-MODUL IPAS LUCYA TRISEPTIAWATI
P. 14
3. Pertempuran di Yogyakarta
Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro ditetapkan sebagai Pahlawan
Nasional Indonesia pada 1973. Pahlawan nasional asal
Yogyakarta ini berjasa dalam memimpin pasukan
melawan penjajah Belanda dalam Perang Jawa yang
berlangsung pada 1825 - 1830.
Dikutip dari Sagimun dalam Pahlawan Dipanegara
Berjuang (1957) perang tersebut terjadi karena penjajah
yang terlalu ikut campur urusan internal Keraton
Yogyakarta.
Belanda juga membebankan pajak yang begitu tinggi
kepada rakyat sehingga rakyat kesulitan. Akibatnya,
Pangeran Diponegoro memutuskan untuk melawan
Belanda.
Meskipun Belanda lebih unggul dari segi jumlah dan
persenjataan, Pangeran Diponegoro tak gentar
membela rakyatnya. Ia menerapkan strategi gerilya yang
membuat Belanda kewalahan.
Namun, pada 28 Maret 1830 Belanda melancarkan
taktik licik untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Ia
lantas diasingkan ke Manado dan Makassar hingga
tutup usia pada 1855.
4. Pertempuran di Banjarmasin
Pangeran Antasari
Pangeran Antasari juga merupakan Pahlawan Nasional
Kemerdekaan. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia pada 1986. Pangeran Antasari berjasa dalam
memimpin pasukan di Perang Banjar melawan pemerintah
Belanda.
Pada April 1859, Pangeran Antasari menyerang kawasan
batu bara Pengaron yang dikuasai Belanda. Belanda yang
merasa terancam dengan pergerakan Pangeran Antasari lantas
memanggil bala bantuan dari Batavia.
Akibatnya, Pangeran Antasari yang sudah diangkat menjadi
Sultan Banjar harus menerapkan strategi gerilya karena kalah
jumlah pasukan. Selama perang berlangsung, kesehatan
Pangeran Antasari menurun.
Ia kemudian meninggal dunia karena penyakit cacar dan
paru-paru pada 11 Oktober 1862. Berkat jasanya membela
rakyat dari penjajahan, Pangeran Antasari digelari status
sebagai Pahlawan Nasional. Sosoknya juga diabadikan dalam
uang rupiah pecahan Rp2.000 yang terbit pada 2009.
10