Page 47 - AHASLA.indd
P. 47

Sebaris kalimat dapat menimbulkan suka cita,
           menciptakan      perdamaian,     dan     menumbuhkan
           kebijaksanaan. Sebaliknya, hanya dengan satu kata
           dapat menciptakan perpecahan, menyulut peperangan,
           dan menghancurkan hidup orang lain. Setiap dusta
           yang terucap, kebenaran akan selalu tertutupi. Setiap
           kebohongan yang terungkap, banyak orang akan
           tersakiti.

           Kajian kasus

           1.  Jika seseorang mengatakan hal yang tidak benar
              tapi percaya bahwa hal tersebut benar, maka tidak
              dianggap melakukan pelanggaran karena tidak ada
              niat untuk menyesatkan.
           2.  Berbohong demi kebaikan (bohong putih) seringkali
              dijadikan alasan untuk menyetujui kebohongan dalam
              kondisi tertentu. Namun sesungguhnya, apa pun
              alasannya, berbohong tetaplah berbohong. Walaupun
              terlihat sepele, berbohong dapat menjadi sebuah
              kebiasaan. Apabila seseorang mendapat reaksi positif
              dari kebohongannya, batinya akan terlena dan muncul
              pretensi untuk selalu mengulanginya. Komunikasi
              asertif (menyampaikan maksud secara terbuka tanpa
              menyerang lawan bicara) dapat dijadikan solusi dalam
              memilih kata-kata yang efisien sebab tidak semua

              orang siap menerima kejujuran. Berbicaralah jujur
              tanpa menyakiti hati orang lain.

           3.  Dengan menyadari bahwa semua orang senantiasa
              menjunjung tinggi kebenaran, segala humor, lelucon,



           AṬṬHASĪLA                                           37
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52