Page 43 - AHASLA.indd
P. 43
tidak menyebabkan orang lain menjadi tertipu, juga untuk
menghindari kata-kata yang merusak reputasi orang lain.
Setiap individu seharusnya menyampaikan kebenaran,
memakai kata-kata yang manis dan bersahabat, enak
didengar, lemah lembut, mempunyai arti, serta berguna
bagi orang lain. Apabila tidak dapat mengutarakan
sesuatu yang benar dan berguna, maka lebih baik diam
seribu bahasa.
Perkataan sangat vital bagi manusia yang selalu
berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi terdiri dari
verbal (lisan dan tulisan) dan nonverbal (gerak isyarat,
bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, intonasi suara,
dsb). Semua jenis kebohongan dapat dilakukan melalui
komunikasi verbal maupun nonverbal.
Empat unsur pokok pelanggaran sila ke-4:
1. Hal yang tidak benar (atathaṃ vatthu)
2. Pikiran untuk berdusta (visaṃvādanacittaṃ)
3. Upaya berdasarkan itu (tajjo vāyāmo)
4. Pihak lawan memahami maksudnya (yang
dikatakannya) (parassa tadatthavijānanaṃ)
Besar kecilnya kesalahan bergantung pada kerugian yang
ditimbulkannya. Mengatakan sesuatu bukan miliknya
dengan tujuan agar tidak ikut memiliki sesuatu adalah
lebih ringan daripada bersaksi palsu dengan tujuan
menghancurkan kepemilikan seseorang. Membesar-
besarkan sesuatu (misalnya minyak yang sedikit dikatakan
AṬṬHASĪLA 33