Page 40 - AHASLA.indd
P. 40
orang yang sedang mabuk atau terbelakang mental
juga memenuhi syarat perilaku seksual yang salah.
2. Sekalipun tidak dianjurkan, tidak diterima secara
sosial, dan tidak membantu perkembangan spiritual,
seks sebelum pernikahan (seks bebas) atas dasar suka
sama suka, bukanlah pelanggaran sila, selama tidak
ada orang lain yang sengaja dirugikan. Penjelasan
45
yang sama berlaku pula untuk masturbasi dan mimpi
basah.
3. Dari zaman bahari sampai masa kini, banyak orang
menganggap prostitusi sebagai mata pencarian
yang paling rendah (antimajīvikā). Secara sederhana,
ada 2 jenis pelaku prostitusi: (1) yang terdorong
oleh kemiskinan dan (2) yang melakukannya karena
kesenangan dan kemudahan untuk memperoleh
uang. Jenis pelaku yang pertama disebut pelacur
(vesiyā) atau wanita tuna susila (bandhakī), sedangkan
jenis yang kedua disebut pelacur kelas tinggi (gaṇikā
atau nagarasobhinī). Tujuan pelaku prostitusi jenis
pertama hanya untuk bertahan hidup sehingga akibat
buruknya mungkin saja tidak seberat jenis kedua
yang termotivasi oleh keserakahan, kemalasan, atau
kurangnya penghargaan pada diri sendiri. Pelanggan
46
dari pelaku prostitusi jenis pertama jelas melanggar
sila karena mengeksploitasi manusia secara seksual,
sedangkan pelanggan dari jenis kedua masih
diperdebatkan secara etika moralnya, tetapi keduanya
secara nyata melibatkan diri dalam aktivitas yang tidak
45 Bodhi, 1994
46 Dhammika, 2006
30 AṬṬHASĪLA