Page 44 - AHASLA.indd
P. 44

berlimpah seperti sungai) adalah lebih ringan daripada
          mengatakan lihat padahal tidak melihat dalam suatu
          kesaksian.


          Kebohongan dapat merusak ikatan keluarga, pertemanan,
          bahkan masyarakat. Kebohongan yang terjadi secara
          meluas akan menghancurkan landasan kepercayaan
          massal dan selanjutnya menjadi tanda keruntuhan
          solidaritas sosial menuju akhir dunia.


          Sebuah kebohongan dapat memunculkan beragam
          kebohongan lainnya demi menjaga konsistensi perkataan.
          Buddha memberikan penghargaan kepada individu yang
          menghindari berkata bohong, “Dengan menahan diri dari
          berbohong, ia menjadi pembicara kebenaran, seseorang
          yang memiliki kata-kata yang dapat dipegang, dapat
          dipercaya, dan dapat diandalkan, ia tidak mencurangi
          dunia.”
                51
          Buddha pernah menasihati puteranya, Sāmaṇera
          Rāhula, tentang bahaya dalam berbohong walaupun
          hanya sekadar gurauan dan menekankan pentingnya

          merefleksikan segala perbuatan, baik perilaku, ucapan,
          maupun pikiran secara terus-menerus pada motifnya.
          52 Ucapan  benar memiliki dampak yang positif terhadap
          pembicara maupun pendengarnya.

          Komitmen terhadap kebenaran memiliki nilai penting
          yang mencakup lingkup etika dan pemurnian batin,


          51  D 1.4
          52  Ambalaṭṭhikārāhulovāda Sutta, M 1.414
          34                                               AṬṬHASĪLA
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49