Page 42 - Modul Pendidikan Guru Penggerak Bu Siti Dhomroh
P. 42
ru Penggerak yang mandiri, berarti guru tersebut mampu memunculkan motivasi dalam
dirinya sendiri untuk membuat perubahan baik untuk lingkungan sekitarnya ataupun pada
dirinya sendiri. Hal ini terutama perlu muncul dalam aspek pengembangan dirinya.
Seorang Guru Penggerak termotivasi untuk mengembangkan dirinya tanpa harus
menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah ataupun dinas. Guru Penggerak
mendorong dirinya untuk meningkatkan kapabilitas dirinya tanpa perlu dorongan dari
pihak lain.
Beberapa poin untuk menguatkan nilai Mandiri pada nilai Guru Penggerak adalah sebagai
berikut:
1. Tentukan tujuan perubahan yang ingin dicapai dan dampak dari pencapaian tujuan
tersebut. Apabila ada suatu perubahan yang ingin Anda lihat (baik pada diri Anda,
maupun hal di sekitar Anda) mulailah dengan tujuannya terlebih dahulu. Setelah Anda
tahu tujuannya, lalu susun rutenya dalam bentuk tujuan yang lebih kecil. contoh:
Tujuannya, ingin meningkatkan kemampuan penggunaan perhitungan numerikal di
microsoft excel, untuk membantu pekerjaan administrasi menjadi lebih mudah. Dari
sini susunlah rute cara belajar Anda, sesuai dengan kapabilitas Anda. Contoh rute:
dalam seminggu ini, sudah harus bisa perhitungan dengan menggunakan fungsi
numerikal tambah dan kurang. Cara belajar dengan menggunakan youtube misalnya.
Dengan penggambaran tujuan dan rute yang jelas kita akan semakin tahu apa yang
harus kita lakukan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Hal ini yang akan
mendorong kita untuk lebih mandiri.
2. Rayakan keberhasilan dalam setiap pencapaian. Pencapaian tujuan tidak mudah,
bahkan tujuan yang dirasa kecil sekalipun membutuhkan daya, waktu, dll. Apabila kita
sudah mencapai tujuan tertentu, rayakan keberhasilan dengan sesuatu yang kita suka.
Dengan begitu kita bisa memotivasi diri kita untuk mencapai tujuan selanjutnya.
D. 2. Reflektif
Reflektif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai
pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain.
Proses perwujudan Profil Pelajar Pancasila, juga perjalanan menjadi Guru Penggerak
pastinya akan penuh dengan pengalaman-pengalaman yang bervariasi. Pengalaman-
pengalaman ini bisa menimbulkan kesan positif maupun negatif. Dengan mengamalkan
nilai reflektif, Guru Penggerak diajak untuk mengevaluasi kembali pengalaman-
pengalaman tersebut, hingga bisa menjadi pembelajaran dan panduan untuk menjalankan
perannya di masa mendatang.
Guru Penggerak yang memiliki nilai reflektif mau membuka diri terhadap pengalaman yang
baru dilaluinya, lalu melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa
yang perlu dikembangkan. Apa yang dievaluasi tentu saja beragam, bisa terhadap kekuatan
dan keterbatasan diri sendiri, pendapat yang dimiliki oleh diri sendiri, proses, dll. Guru
Penggerak yang reflektif tidak hanya berhenti sampai berefleksi namun juga sampai
dirinya sendiri untuk membuat perubahan baik untuk lingkungan sekitarnya ataupun pada
dirinya sendiri. Hal ini terutama perlu muncul dalam aspek pengembangan dirinya.
Seorang Guru Penggerak termotivasi untuk mengembangkan dirinya tanpa harus
menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah ataupun dinas. Guru Penggerak
mendorong dirinya untuk meningkatkan kapabilitas dirinya tanpa perlu dorongan dari
pihak lain.
Beberapa poin untuk menguatkan nilai Mandiri pada nilai Guru Penggerak adalah sebagai
berikut:
1. Tentukan tujuan perubahan yang ingin dicapai dan dampak dari pencapaian tujuan
tersebut. Apabila ada suatu perubahan yang ingin Anda lihat (baik pada diri Anda,
maupun hal di sekitar Anda) mulailah dengan tujuannya terlebih dahulu. Setelah Anda
tahu tujuannya, lalu susun rutenya dalam bentuk tujuan yang lebih kecil. contoh:
Tujuannya, ingin meningkatkan kemampuan penggunaan perhitungan numerikal di
microsoft excel, untuk membantu pekerjaan administrasi menjadi lebih mudah. Dari
sini susunlah rute cara belajar Anda, sesuai dengan kapabilitas Anda. Contoh rute:
dalam seminggu ini, sudah harus bisa perhitungan dengan menggunakan fungsi
numerikal tambah dan kurang. Cara belajar dengan menggunakan youtube misalnya.
Dengan penggambaran tujuan dan rute yang jelas kita akan semakin tahu apa yang
harus kita lakukan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Hal ini yang akan
mendorong kita untuk lebih mandiri.
2. Rayakan keberhasilan dalam setiap pencapaian. Pencapaian tujuan tidak mudah,
bahkan tujuan yang dirasa kecil sekalipun membutuhkan daya, waktu, dll. Apabila kita
sudah mencapai tujuan tertentu, rayakan keberhasilan dengan sesuatu yang kita suka.
Dengan begitu kita bisa memotivasi diri kita untuk mencapai tujuan selanjutnya.
D. 2. Reflektif
Reflektif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai
pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain.
Proses perwujudan Profil Pelajar Pancasila, juga perjalanan menjadi Guru Penggerak
pastinya akan penuh dengan pengalaman-pengalaman yang bervariasi. Pengalaman-
pengalaman ini bisa menimbulkan kesan positif maupun negatif. Dengan mengamalkan
nilai reflektif, Guru Penggerak diajak untuk mengevaluasi kembali pengalaman-
pengalaman tersebut, hingga bisa menjadi pembelajaran dan panduan untuk menjalankan
perannya di masa mendatang.
Guru Penggerak yang memiliki nilai reflektif mau membuka diri terhadap pengalaman yang
baru dilaluinya, lalu melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa
yang perlu dikembangkan. Apa yang dievaluasi tentu saja beragam, bisa terhadap kekuatan
dan keterbatasan diri sendiri, pendapat yang dimiliki oleh diri sendiri, proses, dll. Guru
Penggerak yang reflektif tidak hanya berhenti sampai berefleksi namun juga sampai