Page 22 - E-MODUL ASAM BASA SENYAWA ORGANIK_ANDRA MEISANTRY ASSARI_F1062181002_PENDIDIKAN KIMIA
P. 22

Sumber: Buku Kimia Organik Jilid 2 (Fessenden&Fessenden, 1986).

                   5)  Stabilisasi-resonansi
                            Alkohol,  fenol,  dan  asam  karboksilat  ketiganya  mengandung  gugus  OH.
                      Meskipun  demikian  ketiga  kelas  senyawa  ini  memiliki  kuat  asam  yang  berbeda.
                      Perbedaan  ini  dapat  disebabkan  karena  adanya  (atau  tak-adanya)  stabilisasi-

                      resonansi anion, relatif terhadap asam konjugasinya.
                                                   ROH          ArOH          RCO2H
                            pKa kira-kira:    15-19               10                   5
                            Pada  alkohol,  anionnya  tidak  terstabilkan  oleh  resonansi.  Muatan  negatif
                      suatu  ion  alkoksida  seluruhnya  tinggal  pada  oksigen  dan  tidak  didelokalisasikan.

                      Muatan  negatif  ion karboksilat  dibagi  secara sama  oleh  dua  atom  oksigen yang
                      elektronegatif.  Fenol  terletak  di  tengah,  antara  asam  karboksilat  dan  alkohol
                      dalam  hal  keasaman.  Oksigen  suatu  ion  fenoksida  berdekatan  dengan  cincin
                      aromatik dan muatan negatif itu sebagian terdelokalisasikan oleh awan pi aromatik.
                   6)  Solvasi
                            Solvasi anion dapat memiliki peranan utama dalam keasaman suatu senyawa.

                      Berasosiasi  dengan  sebuah  anion,  molekul-molekul  pelarut  menstabilkan  anion
                      dengan  cara  membantu  menyebar  muatan  negatif  lewat  antaraksi  dipol-dipol.
                      Setiap  faktor yang  menambah  derajat  solvasi  dari  anion, maka akan  menambah
                      keasaman senyawa itu dalam larutan. Contohnya, air mempunyai kemampuan yang

                      lebih besar untuk mensolvasi ion daripada etanol. Suatu larutan asam karboksilat
                      dalam air lebih bersifat asam daripada larutan dalam etanol, dengan faktor 10 .
                                                                                                      5
               B.  Kebasaan pada Senyawa Organik

                         Faktor-faktor penentuan asam juga dapat menentukan kekuatan relatif basa.
                  Kekuatan  basa  biasanya  dinyatakan  oleh  pK a  dari  asam  konjugatnya.  Dalam  kimia

                  organik,  terdapat  banyak  jenis  basa.  Basa  organik  yang umum  digunakan  yaitu basa
                  lemah anion seperti air dan amonia (OH  dan NH2 ). Basa yang sangat umum dan sering
                                                                    -
                                                          -
                                                                                                       ─
                  digunakan sebagai pelarut dalam deprotonasi alkohol antara lain: basa alkoksida (RO ),
                                                            ─
                                    ─
                                                                                              ─
                  metoksida  (CH3O ),  etoksida  (CH3CH2O ),  dan  t-butoksida  ((CH3)3C─O ).  Natrium
                  hidrida (NaH), kalium hidrida (KH), natrium dan kalium hidroksida (NaOH dan KOH),
                  logam natrium (Na), dan natrium dan kalium amida (NaNH2, KNH2) merupakan basa yang
                  digunakan untuk mendeprotonasi air (pKa = 15,8) atau alkohol (pKa = 18). Basa yang
                  sangat kuat seperti pereaksi Grignard dan organolitium digunakan dalam deprotonasi
                                                              -
                  amonia yang menghasilkan basa amida (R2N ).









                                                                                                       13
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27