Page 21 - Ebahan Ajar Manajemen Aset Oleh Jandry P. Z. Ratu Kadja, SE.,M.Si
P. 21
Pengukuran kinerja dilakukan untuk menentukan apakah kinerja
aset-aset tersebut memadai untuk mendukung strategi
penyediaan pelayanan yang telah ditentukan. Kinerja aset
ditinjau secara mtin dengan menggunakan petunjuk praktik
terbaik untuk pengukuran kinerja. Dengan evaluasi ini,
diharapkan dapat mengidentifikasi aset-aset yang berlebih,
terlalu tinggi biaya pemeliharaannya, atau yang memiliki kinerja
yang bumk Sehingga hasil evaluasi dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan strategis untuk aset bersangkutan,
apakah akan ada alih investasi, penghapusan, pengadaan atau
bahkan alternatif solusi nonaset.
Untuk melakukan pengukuran kinerja aset,
diperlukan sebuah standar kinerja. Richard I. Henderson (1984)
mendefinisikan standar kinerja sebagai satu set standard untuk
melukiskan hasil-hasil yang hams ada setelah penyelesaian
suatu pekerjaan dengan memuaskan. Sementara itu,
Performance Appraisal Handbook US Departement of the
Interior (1995) mendefinisikan standard kinerja sebagai ekspresi
mengenai ambang kinerja, persyaratan, atau harapan yang hams
dicapai untuk setiap elemen pada level kinerja tertentu
Menumt Hariyono (2007:37), terdapat beberapa ukuran
yang digunakan untuk menentukan kinerja aset, yaitu kondisi
fisik aset, fungsionalitas aset, utilisasi aset, dan kinerja finansial
-17 - aset, seperti terlihat pada Gambar 4.