Page 18 - Modul 1 Pengenalan Anti Pencucian Uang Indonesia
P. 18
1. Terorisme adalah salah satu bentuk perbuatan keji terhadap manusia dan
kemanusiaan, bahkan dapat berdampak pada instabilitas kedaulatan Negara.
2. Terorisme tidak akan berhasil tanpa adanya bentuk fasilitas dan instrument
pendukung antara lain pendanaan.
3. Perlu pemutusan mata rantai yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum
Tujuan :
1. Adanya kepastian hukum dan menjamin ketertiban dalam masyarakat
2. Pendekatan follow the money memerlukan prosedur dan mekanisme yang jelas tanpa
mengganggu operasional industri keuangan
3. Memenuhi perjanjian atau rekomendasi internasional yang disetujui Pemerintah
Republik Indonesia.
3.2.2. PENGERTIAN TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME
Dengan diundangkannya Undang-Undang nomor 9 Tahun 2013 tanggal 13 Maret 2013
tentang Pencegahan dan Pemberantasan tindak Pidana Pendanaan Terorisme, Indonesia
telah memiliki dasar pijakan yang kuat untuk memaksimalkan pencegahan dan
pemberantasannya.
Tindak pidana pendanaan terorisme adalah perbuatan apapun yang berkaitaan dana, baik
langsung atau tidak langsung dengan maksud atau diketahui (jika menggunakan istilah
TP pencucian uang “diduga”) untuk kegiatan terorisme, organisasi teroris, atau teroris.
Yang membedakan Anti Pencucian Uang dibandingkan dengan pendanaan terorisme
adalah bahwa dalam pendanaan terorisme tidak mempertimbangkan apakah dananya
bersumber dari kegiatan yang sah atau illegal, sedangkan dalam anti pencucian uang
selalu sumber dananya dari hasil tindak pidana.
3.2.3. SISTEM BEKERJANYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
TINDAK PIDANA PENDANAAN TERORISME
Seperti halnya Anti Pencucian Uang, dalam pencegahan dan pemberantasan tindak
pidana pendanaan terorisme, terdapat peran penting dari Penyedia Jasa Keuangan sebagai
Pihak Pelapor, Lembaga Pengawas dan Pengatur, PPATK, dan aparat penegak hukum.
18 Modul Pengenalan Anti Pencucian Uang Indonesia

