Page 158 - BERFIKIR
P. 158
Jangan sampai kita seperti orang yang mati sebelum waktunya.
Hidupnya tidak lebih berguna dari kematiannya, bahkan orang
lain merasa terganggu dengan kehidupannya, setiap hari yang
diinginkan oleh orang lain darinya adalah “kapan matinya ini
orang?”. Kalo kita belum bisa bermanfaat untuk orang lain,
minimal kita bisa bermanfaat untuk diri sendiri.
Berpikirlah! Karena pikiran kita bisa melampaui segalanya. Ga
ada yang bisa memenjarakan pikiran kita, karena penjara hanya
mengurung badan bukan pikiran. Banyak para pemikir yang
menyelesaikan karya mereka dibalik penjara, pikiran mereka
tetap bebas.
Imam As-Sarakhsi, seorang ulama mazhab hanafi yang
dipenjara oleh hakim karena fatwanya yang bertentangan
dengan pemerintah. Menurut riwayat, beliau dipenjara di
tempat yang mirip dengan lubang sumur, bisa kalian
bayangkan betapa sempitnya itu. Hal tersebut diketahui oleh
para pemuda yang sering mengikuti pengajian beliau, mereka
datang membesuk, rindu dengan gurunya sekaligus ingin
mendapatkan nasihat dan ilmu yang lama tidak mereka dengar.
Kemudian beliau diminta mereka untuk menjelaskan kitab Al-
Kafi karangan Imam Al-Marwazi, ulama asal Baghdad.
Ternyata karena pengajian tersebutlah, di kemudian hari
muncul kitab besar sebanyak 30 jilid dalam disiplin ilmu fikih
mazhab hanafi yang berjudul Al-Mabsuth. Metode
penulisannya adalah dengan cara mendiktekan kepada murid-
muridnya yang datang, kitab tersebut akhirnya selesai selama
143

