Page 51 - Aku dan Ana
P. 51
"Nggaaaak! Aku mau ngaduin kamu, aku ga
mau tahu."
"Hahaha."
Aku yang melihatnya merajuk pun hanya
bisa tertawa. Karena aku tahu sifat Ana, aku
pun hanya memanggilnya sekali, setelah itu aku
diam dan mengabaikannya.
Beberapa menit pun berlalu, Ana belum juga
kembali. Karena khawatir, aku pun
memutuskan untuk mencarinya. Pertama aku
ke rumahnya tapi kata ibunya Ana tak pulang
ke rumah.
"Ya Tuhan, anak itu kemana dah."
Aku terus berjalan di dalam desa mencari
keberadaan Ana. Namun, Ana tak kunjung
ketemu. Aku berpikir sejenak, lalu aku teringat
ucapannya sebelum dia pergi.
"Jangan-jangan...."
46
Aku dan Ana | Nur Wahid