Page 27 - Modul Perubahan Lingkungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis RAPIE
P. 27
1 Partikulat
Particulate Matter (PM) disebut pula partikel
pencemar merupakan istilah untuk campuran
partikel padat dan droplet cair yang tersuspensi di
udara. Ukuran partikulat di atmosfer bervariasi mulai
dari beberapa nanometer hingga puluhan
mikrometer. Partikulat udara yang berukuran kurang
dari 2,5 µm (PM2,5) disebut dengan partikel halus.
Partikel halus yang dapat dihirup, dengan diameter Gambar 24. Perbandingan partikulat PM2,5
dengan PM10 terhadap sehelai rambut
yang umumnya 2,5 mikrometer dan lebih kecil (Sumber : Environmental Protection Agency )
PM2,5 merupakan partikel paling berbahaya karena berukuran sangat kecil sehingga
dapat leluasa masuk ke dalam saluran pernafasan dan mengendap di alveoli paru-
paru.
Secara alami : partikulat dihasilkan pada proses letusan gunung berapi, erosi,
kebakaran hutan dan penguapan air laut yang mengandung garam.
Aktivitas Manusia dan industri : Polutan dalam bentuk partikulat dihasilkan pada
proses pembakaran dan proses mekanis, seperti penyemprotan, penghalusan dan
penumbukan.
2 Chlorofluorocarbon (CFC)
Chlorofluorocarbon merupakan senyawa yang terbentuk dari tiga unsur, yaitu
klor (Cl), fluor (F), dan karbon (C). Gas CFC ini dimanfaatkan oleh manusia sebagai
zat pendingin pada lemari es dan AC. Gas CFC yang berlebihan di atmosfer dapat
menyebabkan penipisan lapisan ozon. Jika lapisan ozon menipis, fungsi ozon
sebagai lapisan pelindung bumi dari sinar ultraviolet akan berkurang. Sinar
ultraviolet yang berhasil menembus lapisan ozon dapat memicu kanker kulit pada
manusia.
2022 2023 2024
Gambar 25. Lapisan ozon dikawasan Antartika
(Sumber : NASA )
Perubahan & Pelestarian Lingkungan Hidup 21