Page 28 - Modul Perubahan Lingkungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis RAPIE
P. 28
Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak
berasa. Secara alami karbon monoksida dihasilkan pada proses kebakaran hutan,
reaksi di dasar laut, reaksi terpena, oksidasi metana (CH4), dan degradasi klorofil.
Sumber CO lainnya yang berkaitan dengan kegiatan manusia adalah pembakaran
tidak sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan asap rokok. Gas CO ini
sangat berbahaya bagi tubuh jika terhirup dalam jumlah banyak karena dapat
menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin dalam darah.
4 Gas Rumah Kaca (H2O, CO2, CH2, NO,
dan O3)
Gas rumah kaca merupakan gas-gas yang terdapat pada lapisan troposfer
bumi dan berfungsi menjaga suhu bumi. Gas rumah kaca dapat menjaga suhu bumi
karena menyebabkan suatu fenomena yang disebut efek rumah kaca. Fenomena itu
disebut efek rumah kaca karena sinar matahari yang menembus lapisan gas rumah
kaca akan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, panas dari sinar matahari akan
terperangkap di dalam Bumi, seperti yang terjadi pada rumah kaca.
Dalam keadaan normal, adanya gas rumah kaca ini memastikan bahwa bumi tetap
dalam kondisi yang hangat. Tanpa adanya gas rumah kaca, maka panas dari
matahari akan terpantul ke luar angkasa tanpa adanya pengembalian panas ke
dalam bumi. Hal itu akan menyebabkan suhu di Bumi akan terlalu dingin untuk
menopang kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Gambar 26. Proses terjadinya efek rumah kaca
(Sumber : Ruangguru )
Perubahan & Pelestarian Lingkungan Hidup 22