Page 29 - Modul Perubahan Lingkungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis RAPIE
P. 29
Akan tetapi, semakin banyaknya gas rumah kaca di atmosfer bumi, maka akan
semakin banyak pula sinar matahari yang diserap dan dipantulkan ulang oleh molekul-
molekul gas rumah kaca. Akibatnya adalah suhu bumi akan semakin memanas dan
dikenal dengan istilah pemanasan global (global warming).
5 Nitrogen Oksida (NO)
Sumber utama senyawa nitrogen oksida di atmosfer berasal dari pembakaran
pada suhu tinggi, terutama pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi, solar,
gas, dan bahan organik. Emisi gas NO yang berlebih di atmosfer berkontribusi
terhadap terjadinya hujan asam yang membahayakan bagi ekosistem.
6 Belerang Oksidasi
Belerang oksida meliputi belerang dioksida (SO2) dan belerang trioksida
(SO3). Belerang dioksida merupakan gas yang berbau sangat menyengat.
Secara alami belerang dioksida di udara banyak dihasilkan oleh proses letusan
gunung berapi dan oksidasi gas H2S. Sumber lain yang berkaitan dengan
kegiatan manusia adalah proses pembakaran batubara dan minyak serta proses
pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor.
BIO NEWS
“Akibat proyek IKN, warga Palu terpapar debu
dan tangkapan ikan nelayan terganggu”
Pengukuran kualitas udara yang
dilakukan Kantor Stasiun Pemantau
Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu
Bariri, Poso, pada Rabu (01/05)
menunjukkan peningkatan partikel
debu halus PM2,5 atau yang Sumber :
berukuran lebih kecil dari 2,5 https://www.bbc.
com/indonesia/ar
mikrometer dengan nilai 69 µgram/m3 ticles/cyee5xp6wj
atau masuk kategori “tidak sehat”. 7o
Perubahan & Pelestarian Lingkungan Hidup 23