Page 2 - Maharani Kalim flip
P. 2

b.  Masalah  gizi  pada  remaja  putri.  Status  gizi  pada  remaja  putri  dapat  memutus
                        matarantai terjadainya stunting, mencegah anemia dan meningkatkan cadangan
                        zat  besi pada  tubuh sebagaia bekal dalam  mempersiapkan  generasi  yang sehat
                        berkualitas dan produktif.
                    c.  Masalah  anemia  gizi  adalah  kurangnya  asupan  zat  besi  pada  makanan  yang
                        dikonsumsi  setiap  hari  yang  ditandai  dengan  kadar  hemoglobin  (Hb)  di  bawah
                        normal
                        Wanita usia subur cenderung menderita anemia dikarenakan  wanita mengalami
                        menstruasi setiap bulan, dan ini akan diperberat jika asupan zat besi dari makanan
                        sehari-hari rendah. Wanita usia subur yang mengalami anemia gizi besi akan mudah
                        sakit karena daya tahan tubuh yang rendah sehingga produktivitas kerja rendah.
                        Pada ibu hamil anemia akan meningkatkan risiko melahirkan bayi  dengan berat
                        lahir  rendah,  keguguran,  lahir  sebelum  waktunya,  risiko  perdarahan  sebelum
                        dan/atau pada saat persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya.
                        Pada  bayi  dalam  kandungan  dapat  mengalami  gangguan  pertumbuhan    dan
                        perkembangan,  tidak  dapat  mencapai  tinggi  optimal  dan  anak  menjadi  kurang
                        cerdas.
                    d.  Masalah  kesehatan  pada  lanjut    usia  (lansia)  adalah  masalah  kesehatan  akibat
                        proses  penuaan,  terjadinya  kemunduran  fungsi  sel-sel  tubuh  (degeneratif),  dan
                        menurunnya  fungsi  sistem  imun  tubuh  sehingga  mucul  penyakit-penyakit
                        degeneratif,  gangguan gizi (malnutrisi) penyakit infeksi, masalah kesehatan gigi dan
                        mulut dan lain-lain.
                    Jadi gangguan kekurangan gizi yang telah diuraikan di atas dapat terjadai pada tingkat
                    individu dan kelompok masyarakat serta upaya pembinaan gizi masyarakat yang telah
                    dilakukan secara terus menerus harus dilakukan pengukuran, pengolahan dan analisis
                    data  serta  dilaporakan.    Kegiatan  pengamatan  yang  sistematis  dan  terus  menerus
                    dilakukan terhadap indikator masalah gizi masyarakat dan indikator pembinaan gizi.
                    Indikator masalah gizi adalah indikator yang digunakan untuk menilai besaran masalah
                    gizi  yang  terjadi  di  satu  wilayah.  Indikator  masalah  gizi  dan  alasan/urgensi  yang
                    melatarbelakangi setiap indikator, yaitu meliputi:

                    1)  persentase balita berat badan kurang;
                        Berat  Badan  Kurang  merupakan  masalah  gizi  yang  bersifat    umum  dapat
                        disebabkan karena masalah kronis ataupun akut, sehingga perlu konfirmasi lebih
                        lanjut.  Masalah  Berat  Badan  Kurang    yang  terjadi  lama  akan  mengakibatkan
                        gangguan pertumbuhan pada anak. Indikator ini sebagai  indikator  outcome  yang
                        bertujuan  untuk  mengevaluasi  dampak  dari  upaya  program  gizi  yang  telah
                        dilakukan.

                    2)  persentase balita pendek;
                        Balita Pendek merupakan masalah gizi yang bersifat kronis yang disebabkan oleh
                        banyak  faktor  baik  dari  masalah  kesehatan  maupun  di  luar  kesehatan  dan
                        berlangsung  lama.  Balita  Pendek  berdampak  pada  gangguan  kognitif  dan  risiko
                        menderita penyakit degeneratif pada usia dewasa. Indikator ini sebagai indikator
   1   2   3   4   5   6   7