Page 5 - Maharani Kalim flip
P. 5
Sedangkan upaya pembinaan gizi masyarakat diukur dengan indikator kinerja Program
Gizi. Indikator kinerja program gizi adalah indikator yang digunakan untuk menilai
keberhasilan upaya pembinaan gizi masyarakat dan program gizi, dan alasan/urgensi
yang melatarbelakangi setiap indikator, meliputi:
1) cakupan bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif;
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu.
Indikator ini bertujuan untuk mengetahui penurunan persentase ASI Eksklusif
berdasarkan kelompok umur sehingga dapat merencanakan edukasi gizi pada saat
yang tepat bagi ibu hamil dan menyusui.
2) cakupan bayi usia 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif;
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu
Eksklusif mengamanatkan bahwa setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI
eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya selama enam bulan pertama agar
mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal, selanjutnya,
mereka harus memberi makanan pendamping yang bergizi dan terus menyusui
hingga bayi berusia dua tahun atau lebih.
3) cakupan ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet
selama masa kehamilan;
Pemberian TTD merupakan satu intervensi untuk mencegah terjadinya anemia pada
ibu selama proses kehamilan. Sebaiknya ibu hamil mulai mengonsumsi TTD sejak
konsepsi sampai akhir trimester III. Indikator ini sebagai evaluasi kinerja apakah TTD
sudah diberikan kepada seluruh sasaran.
4) cakupan ibu hamil Kurang Energi Kronik yang mendapat makanan tambahan;
Ibu hamil di Indonesia masih mengalami defisit asupan energi dan protein.
Berdasarkan hal tersebut pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil sangat
diperlukan untuk mencegah bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
5) cakupan balita kurus yang mendapat makanan tambahan;
Di banyak negara, kurang dari seperempat anak balita usia 6-23 bulan dengan
frekuensi makan dan kriteria keragaman makanannya sesuai untuk usianya.
Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 diketahui bahwa lebih dari
separuh balita (55,7%) mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka
Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Pemberian makanan tambahan khususnya
bagi kelompok rawan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi
masalah gizi.
6) cakupan remaja putri (Rematri) mendapat Tablet Tambah Darah;
Prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan usia 15 tahun keatas sebesar
22,7%. Remaja putri anemia akan mengalami gangguan kehamilan jika tidak segera
ditangani. Pemberian TTD pada rematri usia 12-18 tahun sebagai upaya pencegahan
anemia sejak dini. Pemberian TTD rematri yang diikuti dengan KIE gizi dan kesehatan
diharapkan akan memperbaiki masalah-masalah pada periode berikutnya. Perlu
dilakukan monitoring pemberian TTD, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan

