Page 3 - Maharani Kalim flip
P. 3
outcome yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari upaya program gizi
yang telah dilakukan
3) persentase balita gizi kurang;
Gizi kurang merupakan masalah gizi yang bersifat akut terutama disebabkan oleh
asupan yang kurang atau penyakit infeksi. Gizi kurang berdampak pada gangguan
pertumbuhan pada anak. Indikator ini sebagai indikator outcome yang bertujuan
untuk mengevaluasi dampak dari upaya kinerja gizi yang telah dilakukan.
4) persentase remaja putri anemia;
Anemia pada remaja putri berdampak buruk terhadap penurunan imunitas,
konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran dan produktivitas. Dampak yang lebih
serius akan terjadi karena mereka adalah calon ibu yang akan hamil dan melahirkan
bayi yang berisiko terhadap kematian ibu melahirkan dan bayi lahir prematur serta
BBLR. Anemia sebagai indikator rendahnya kualitas kesehatan dan gizi.
5) persentase ibu hamil anemia;
Anemia pada ibu hamil menjadi salah satu penyebab terjadinya bayi BBLR dan
pendarahan pada saat persalinan yang berujung pada kematian ibu. Anemia
sebagai indikator rendahnya kualitas kesehatan dan gizi.
6) persentase ibu hamil risiko Kurang Energi Kronik; dan
Kurang Energi Kronik adalah kurangnya asupan energi yang berlangsung relatif
lama. Keadaan KEK pada ibu hamil jika tidak segera ditangani akan menyebabkan
gangguan kesehatan bagi ibu dan janin yang dilahirkan seperti keguguran, bayi
BBLR bahkan kematian. Sehingga wajib dilakukan pengukuran status gizi pada ibu
hamil untuk dapat menentukan tindakan segera.
7) persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah.
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor
determinan terjadinya masalah pendek. Indikator ini sebagai indikator outcome
dari kondisi gizi ibu selama kehamilan.

