Page 39 - Badan POM Hadir #Kerja Bersama Untuk Bangsa
P. 39

BADAN POM HADIR                                 MeMPeRkuAt sIsteM PeNgAWAsAN,
 keRjA BeRsAMA uNtuk BANgsA             MeNINgkAtkAN PeLAYANAN DAN PeRLINDuNgAN



               dan menyempurnakan tata kelola dan bisnis proses pengawasan
               obat dan makanan; 3) Mengembangkan sistem pengawasan obat
               dan makanan; 4) Menyusun pedoman peningkatan efektivitas
 memperkuat sistem penGaWasan,   pengawasan obat dan makanan; 5) Melakukan pemberian bim­
               bingan  teknis dan supervisi  di  bidang  pengawasan  obat dan
 meninGkatkan pelayanan dan   makanan; 6) Mengoordinasikan pelaksanaan pengawasan Obat
               dan Makanan dengan instansi terkait.
 perlindunGan  dengan  memberlakukan  regulasi  terkait  pengawasan  obat  dan
                   Badan POM telah menjalankan amanah tersebut antara lain
               makanan; mengembangkan aplikasi  SMART  BPOM;  menyu­
               sun pedoman peningkatan efektivitas pengawasan obat dan
               ma kanan; memberikan bimbingan teknis dan supervisi baik
               kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun lintas sektor terkait
               pengawasan obat dan makanan dalam berbagai bentuk kegiatan
 i.  aspek leGal  dan target komunitas, misalnya gerakan keamanan pangan desa,
               program  pasar aman  dari  bahan  berbahaya,  dan  ToT  untuk
 1.  Inpres Tentang Peningkatan Efektivitas   petu gas pengawas di Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/
 pengawasan obat dan makanan  Kota; meningkatkan kerja sama dan koordinasi dalam bentuk
 Dalam rangka penguatan pengawasan obat   MoU dan Perjanjian Kerja Sama; mengoordinir dan memantau
 dan makanan melalui penguatan kelembagaan Ba­  rekomendasi hasil pengawasan obat dan makanan yang ditin­
 dan POM, Presiden Joko Widodo mengeluarkan   daklanjuti oleh instansi terkait; melakukan simplifikasi dan re­
 Inpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan   gulasi  perizinan;  dan  menetapkan  Klasifikasi  Baku  Lapangan
 Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan. Pening­  Usaha Indonesia (KBLI) di sektor obat dan makanan.
 katan  efisiensi  pelaksanaan  pengawasan  obat  dan   Inpres 3 Tahun 2017 mengamanahkan agar Badan POM
 makanan tersebut dapat terwujud melalui sinergi   mengoordinasikan pengawasan obat dan makanan dengan K/L
 pengawasan obat dan makanan yang bersifat lintas   dan pemerintah daerah terkait. Namun dalam pelaksanaannya,
 Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah dae­  fungsi koordinator pelaksanaan pengawasan obat dan makanan
 rah serta aksi nyata masing­masing K/L dan peme­  lintas institusi itu sulit. Hal ini mengingat posisi Badan POM
 rintah daerah dalam peningkatan efektivitas penga­  se ba gai lembaga pemerintah non kementerian. Hambatan
 wasan obat dan makanan.   un tuk menjalankan fungsi koordinasi juga terjadi di tingkat
 K/L  pemerintah  pusat,  provinsi,  dan  kabu­  dae rah. Perbedaan tingkat eselonisasi menjadi kendala bagi
 paten/kota dilibatkan dalam pengawasan obat dan   Badan POM di daerah, padahal Badan POM di daerah harus
 makanan. Badan POM mempunyai peran stra te gis   mengoordinasikan pelaksanaan tugas pengawasan obat dan
 karena  memiliki kompetensi dan dukungan pera­  makanan dan memastikan tindak lanjut oleh pemerintah provinsi
 latan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu Balai   dan kabupaten/kota terhadap penanganan pelanggaran, misalnya
 Besar/Balai POM/Kantor Badan POM yang tersebar   pemberian sanksi penutupan sarana produksi/distribusi.
 di seluruh Indonesia.   Salah satu bentuk upaya peningkatan efektivitas pengawasan
 Khusus Badan POM terdapat enam Instruksi   dalam konteks pengawalan Inpres 3 Tahun 2017 tentang Pening­
 Presiden yaitu: 1) Menyusun dan menyempurnakan   katan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan serta UU
 regu lasi terkait pengawasan obat dan makanan sesuai   Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah antara lain
 dengan tugas dan fungsinya; 2) Bersinergi menyusun   dilakukan melalui forum komunikasi pengawasan distribusi dan




 28 I tiga taHUn KinERJa Badan POM          tiga taHUn KinERJa Badan POM I 29
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44