Page 33 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 33
Judul : BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit, Begini Tanggapan
Pengusaha
Nama Media : katadata.co.id
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://katadata.co.id/berita/2019/08/22/bpom-larang-label-bebas-minyak-
sawit-begini-tanggapan-pengusaha
Tipe Media : Online
Tren produk bebas minyak kelapa sawit
dilakukan untuk mencari keuntungan
penjualan. Padahal kelapa sawit lebih
sehat dibanding jenis minyak lainnya.
Pengusaha menanggapi kebijakan Balai
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
yang akan melarang peredaran produk
makanan olahan berlabel bebas minyak
sawit (Palm Oil Free) di Indonesia.
Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) Indonesia
(Akumindo) Ikhsan Ingratubun menilai
produk berlabel bebas minyak kelapa
sawit (palm oil free) harus dihanguskan.
Apalagi BPOM telah menyatakan
produk berlabel bebas minyak kelapa sawit merupakan produk ilegal. "Terapkan sungguh-
sungguh izin edar. Kalau masih ada produknya, dihanguskan saja," kata Ikhsan kepada
katadata.co.id, Kamis (22/8).
Hal ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2002 tentang Kesehatan. Dalam
Pasal 111, dijelaskan bahwa makanan dan minuman hanya dapat diedarkan setelah
mendapat izin edar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ikhsan pun
menganggap penggunaan label bebas minyak kelapa sawit hanya tren yang digunakan untuk
mencari keuntungan penjualan. Padahal, produk minyak kelapa sawit dinilai lebih sehat
dibandingkan produk yang menggunakan minyak bunga matahari, minyak zaitun, dan minyak
kedelai.
Ada pun Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi)
Adhi S. Lukman mengatakan banyak pengusaha, terutama UMKM yang mengikuti tren
tersebut, padahal tidak disertai dengan klaim ilmiah. "Tidak boleh ada klaim No Palm Oil
karena ini merupakan black campaign yang tidak ada dasar ilmiahnya," ujarnya.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun juga mengatakan, minyak
kelapa sawit lebih sehat dibandingkan minyak lainnya. Dalam proses pengolahan makanan,
minyak kelapa sawit telah melalui proses hidrogenasi. Bila menggunakan produk lain, minyak
tersebut dapat membentuk transfat setelah melalui proses hidrogenasi. "Itu membahayakan
jantung," ujarnya. Bahkan, ia mengatakan salah satu produsen selai cokelat telah menolak
usulan penggunaan minyak alternatif selain kelapa sawit. "Mereka keberatan karena tidak
tahu mau pakai minyak apa," kata dia.

