Page 35 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 35
Judul : Minyak Kelapa Sawit Dianggap Membahayakan Kesehatan, Apa Kata
BPOM?
Nama Media : kanalkalimantan.com
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://www.kanalkalimantan.com/minyak-kelapa-sawit-dianggap-
membahayakan-kesehatan-apa-kata-bpom/
Tipe Media : Online
Label Palm Oil Free memang tengah
menjadi tren dan banyak ditemukan
berbagai produk kosmetik hingga
makanan olahan. Tren ini semakin
populer karena penggunaan
minyak kelapa sawit dalam produk
makanan hingga kosmetik dinilai bisa
membahayakan kesehatan. Benarkah?
Kepala Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito,
tidak setuju dengan anggapan tersebut.
Menurutnya berdasarkan kajian ilmiah, minyak kelapa sawit memiliki beragam manfaat,
termasuk kandungan vitamin A yang ampuh mengatasi masalah kekurangan gizi yang ada di
Indonesia.
“Bukan berarti minyak sawit tidak sehat, sementara di dalam itu minyak sawit ada bahan
fortifikasi, dan mengandung bahan nabati lainnya, sehingga kita harus berikan informasi
bahwa palm oil tidak dikaitkan dengan aspek kesehatan,” ujar Kepala Badan POM Penny L
Lukito saat konferensi pers di Gedung Aula BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat,
baru-baru ini, seperti diwartakan Suara.com -jejaring Kanalkalimantan.com-.
Bahkan menurut Penny, tren Palm Oil Free dipandang sebagai upaya menurunkan daya saing
industri kelapa sawit Indonesia yang saat ini angka ekspornya terus mengalami pertumbuhan
dari tahun ke tahun.
“Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan
terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan peggunaan
label ‘palm oil free’ yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia,” lanjut
Penny.
Penny menyebut berbagai kampanye hitam menerpa Indonesia, salah satunya klaim label
‘Palm Oil Free’ yang dilarang BPOM. Tidak hanya produsen minyak sawit tetapi juga produk
minyak kemasan, kosmetik, makanan bayi dan makanan olahan lainnya akan terancam.
“Mencantumkan pernyataan tidak mengandung sesuatu, klaim itu harus dibuktikan dengan
data, tapi itu tidak ada data. Apalagi mencantumkan sesuatu yang ada konotasinya adalah
mengalahkan berkompetisi dan sebagainya,” tegasnya.
Sekedar informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut total ekspor minyak sawit
sejak tahun 2013 hingga 2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 total
volume ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar 17,14 miliar dollar dan
meningkat di tahun 2017 menjadi 29,07 juta ton dengan total nilai sebesar 20,72 miliar dollar.

