Page 39 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 39

Judul          : Petani Putar Otak Hadapi Sawit Anjlok
               Nama Media  : equator.co.id

               Tanggal        : 22 Agustus 2019

               Halaman/URL : https://equator.co.id/petani-putar-otak-hadapi-harga-sawit-anjlok/

               Tipe Media     : Online
                                                                   eQuator.co.id –       PONTIANAK-RK.
                                                                   Melemahnya  harga  komoditi  sawit
                                                                   berpengaruh      pada     menurunnya
                                                                   pendapatan  masyarakat.  Khususnya
                                                                   bagi  mereka  yang  bergelut  sebagai
                                                                   petani  sawit.  Untuk  mensiasati  hal
                                                                   tersebut  berbagai  upaya  dilakukan
                                                                   untuk keberlangsungan hidup.


                                                                   Deni (27), pria yang berasal dari Dusun
                                                                   Gayung Bersambut, Desa Selakau Tua,
               Kecamatan  Selakau  Timur,  Kabupaten  Sambas,  kesehariaannya  berkecimpung  sebagai
               petani sawit. Kini dia mengalami kesulitan akibat melemahnya harga komoditi ini.



               “Harga  sawit  turun  sekarang  hanya  Rp800  saja.  Harga  ini  belum  termasuk  ongkos  upah
               penurunan, kemudian biaya angkut, kalau dulu seribu lebih harganya, sehingga penurunan
               ini sangat terasa dan mau tidak mau keluarga kami harus berupaya mencari pendapatan lain,
               seperti halnya bertani karet atau menjadi ojek sawit,” ungkapnya, kemarin.


               Sehingga dengan begitu, kata Deni, pendapatan bersih yang dihasilkan hanya 50 persen dari
               harga jual. Hal ini juga diperparah dengan turunnya harga karet. Namun lanjut dia, mau tidak
               mau upaya tersebut terus dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga.



               “Harga  sawit  turun,  karet  juga  sama  turun,  jadi  kita  coba  ngojek  sawit  milik  warga.  Ini
               maksudnya  kita  mengangkut  sawit  masukkan  dalam  keranjang  menggunakan  motor
               membawa ke pengepul, sebab kalau pakai mobil tidak bisa, jalan rusak dan kecil, harus pakai
               motor, untuk biaya angkutnya Rp200-250 per kilo, tergantung jauh dekat jarak pengantaran,”
               tutur Deni.


               Selain Deni, petani sawit lainnya adalah Hadi Yudiarto. Dia mengatakan merosotnya harga
               sawit  juga  ia  rasakan.  Meski  tak  memiliki  luas  lahan,  namun  dikatakan  Pria  51  tahun  ini
               berdampak pada pendapatan sehari-hari.


               “Kalau saya menjual sawit ini dengan pengepul, jadi harga kadang Rp800, biasa Rp800 lebih.
               Tapi harga ini tidak bersih kita terima, sebab biaya produksi perawatan itu belum termasuk,
               palingan Rp300,- lebih bersihnya,” katanya.
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44