Page 42 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 42
Judul : BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit
Nama Media : prokal.co
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL : https://kaltim.prokal.co/read/news/359861-bpom-larang-label-bebas-minyak-
sawit.html
Tipe Media : Online
PROKAL.CO, JAKARTA–Produsen
barang konsumsi dilarang memasang
label palm oil free atau bebas minyak
sawit. Keputusan tersebut dikeluarkan
Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM). Alasannya, pelabelan tersebut
merupakan kampanye hitam dan
melarang aturan BPOM.
Terhadap kebijakan itu, lembaga
tersebut akan melakukan pengawasan
pada barang yang sudah dijual.
Produksi minyak sawit Indonesia
menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Baik dalam bentuk crude palm
oil (CPO) maupun produk turunannya yang diperuntukkan industri kimia dan industri pangan.
Minyak sawit biasa digunakan untuk minyak goreng, margarin, mayones, sabun, sampo,
pasta gigi, bahan baku untuk baju, kertas koran, palm oil biodiesel, dan lain-lain.
Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito menyatakan bahwa BPOM tidak menyetujui
pendaftaran produk yang mencantumkan klaim bebas minyak sawit. ”Pelabelan palm oil free
ini melanggar peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Pelabelan,” ujarnya kemarin
(21/8) saat ditemui di kantornya. Kemarin BPOM menyelenggarakan pertemuan bersama
untuk membahas pelabelan palm oil free.
Pertemuan itu dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan,
Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan lintas sektor terkait lainnya. ”Kami
membangun kesepakatan dan komitmen untuk dalam upaya perlindungan terhadap daya
saing perdagangan kelapa sawit. Khususnya menghentikan penggunaan label palm oil free
yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia,” beber Penny.
Penny menyatakan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan kampanye besar-besaran.
Hal ini sebagai langkah untuk memberikan edukasi kepada produsen dan masyarakat. Dia
berharap, ada kerja sama dengan Kemenkes atau dinas kesehatan. Sebab, dinas kesehatan
yang selama ini mengawasi UMKM dan memberikan izin. Sejauh ini, BPOM menurut Penny
sudah melakukan pengawasan.
Terbukti telah menemukan bahan konsumsi aktif yang menggunakan label bebas minyak
sawit. Menurutnya, produk impor yang masuk harus melepas label itu. “Kalau masih ada yang
bertuliskan seperti itu pasti produk ilegal,” tuturnya. Penny menyatakan bahwa maraknya
pelabelan bebas minyak sawit ini karena tren saja. ”Padahal belum ada bukti ilmiah soal
mengganggu kesehatan,” ucapnya.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun saat ditemui di tempat yang
sama menyatakan bahwa industri kelapa sawit sudah berubah. Perusahaan kepala sawit

