Page 47 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 47
Apabila temuan produk itu sudah mendapatkan sertifikasi melalui Badan POM untuk
mendapatkan izin edar sudah melalui seleksi terlebih dalulu. “Terutama produk yang tidak
tercantum no palm oil itu pasti tidak diperbolehkan untuk beredar, artinya kalau ada produk
yang beredar dengan tanda palm oil itu adalah pelanggaran terhadap ketentuan yang ada,”
tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor minyak sawit sejak tahun 2013
hingga 2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 total volume ekspor
mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 17,14 milyar dan meningkat di tahun
2017 menjadi 29.07 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 20.72 Miliar.
Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa pertumbuhan penggunaan minyak sawit
dipicu oleh peningkatan jumlah penduduk dunia dan semakin berkembangnya tren pemakaian
bahan dasar oleochemical, yang berasal dari minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan
industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Data Oil World juga menunjukkan bahwa tren
penggunaan komoditi berbasis minyak sawit di pasar global terus meningkat dari waktu ke
waktu, mengalahkan industri berbasis komoditas vegetable oil lainnya seperti minyak
gandum, minyak jagung, dan minyak kelapa.
Berdasarkan kajian dari berbagai aspek, minyak sawit telah ditetapkan menjadi salah satu
bahan pokok sebagai pembawa fortifikan, dalam hal ini vitamin A yang dimaksudkan untuk
mengatasi masalah kurang gizi di tingkat nasional.
Di tengah pertumbuhan industri kelapa sawit ini, Indonesia menghadapi beberapa
permasalahan, antara lain pencantuman label Palm Oil Free. Sebagai upaya untuk
menangani masalah tersebut, tahun 2018 lalu, pada pertemuan Komite Hambatan Teknis
Perdagangan Barang (TBT) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa Swiss,
Indonesia meminta praktik pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’ atau Palm Oil Free dihentikan.
Terkait pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyatakan
bahwa dalam upaya pengawasan dan penindakan, Badan POM tidak menyetujui pendaftaran
produk yang mencantumkan klaim ‘Bebas Minyak Sawit’, dan aturan ini ditegakkan dengan
tegas berdasarkan Peraturan yang ada.
“Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan
terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan penggunaan
label “Palm Oil Free” yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.”
pungkas Penny.

