Page 52 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 52
Judul : Produk "Bebas Minyak Sawit" Ilegal, Kenapa?
Nama Media : kompasiana.com
Tanggal : 22 Agustus 2019
Halaman/URL :
https://www.kompasiana.com/issonkhairul/5d5e6fdc097f36661f48bed2/produk-bebas-
minyak-sawit-ilegal-kenapa?page=1
Tipe Media : Online
Rabu (21/08/2019), Penny Lukito
dikutip Bloomberg. Penny Lukito
adalah Kepala Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (BPOM).
Bloomberg adalah
situs ekonomi nomor wahid di dunia.
Dalam sekejap, statement Penny
Lukito langsung melambung.
Label Kampanye Hitam
Apa yang diungkapkan Penny Lukito, yang kemudian dikutip Bloomberg, adalah tentang
produk berlabel bebas minyak sawit atau palm oil free. Produk yang mencantumkan label
tersebut, umumnya adalah produk impor dan sudah beredar di Indonesia. Ada juga produk
buatan lokal. Kategorinya adalah produk makanan dan produk kecantikan.
Penny Lukito, pada Rabu (21/08/2019), seperti dikutip Bloomberg, mengungkapkan, BPOM
akan memberikan edukasi serta peringatan kepada penjual, yang menjual produk dengan
label tersebut. Jika masih tetap menjual setelah diberikan peringatan, pemerintah akan
mengambil tindakan tegas.
BPOM dengan tegas akan menghapus peredaran produk makanan lokal dan impor yang
berlabel bebas minyak kelapa sawit atau tidak mengandung minyak sawit atau bebas minyak
sawit atau palm oil free yang ditemukan di beberapa toko besar. Dengan kata lain, berbagai
produk dengan label tersebut, dinyatakan BPOM sebagai produk ilegal.
Kenapa ilegal? Menurut Penny Lukito, pelabelan tersebut adalah bagian dari kampanye hitam
untuk merusak daya saing minyak sawit Indonesia. Kita tahu, minyak sawit Indonesia
mendapat perlakuan diskriminatif dari sejumlah negara Eropa. Itu tentu saja menekan volume
ekspor sawit kita. Otomatis, juga menekan pendapatan negara.
Padahal, minyak sawit Indonesia dan Malaysia, menyumbang sekitar 85 persen dari pasokan
minyak sawit global. Total nilai ekspor produk sawit Indonesia pada tahun 2017, mencapai Rp
239 triliun, lebih besar dari sektor minyak dan gas. Selain itu, sejak tahun 2000, sektor kelapa
sawit Indonesia telah membantu 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan.
Industri minyak sawit adalah industri padat karya. Jutaan warga Indonesia bergantung pada
sektor kelapa sawit. Sebagai gambaran, kebun industri mampu menyerap 4,2 juta tenaga
kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung. Sementara, petani sawit swadaya
mampu menyerap 4,6 juta orang tenaga kerja.
Sikap Importir Produk Makanan

