Page 53 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 53
Kebijakan Penny Lukito, yang melarang dan menyatakan ilegal produk berlabel bebas minyak
sawit atau palm oil free, adalah langkah yang tepat. Pertama, itu adalah salah satu cara untuk
melawan kampanye hitam tersebut. Kedua, untuk melindungi industri sawit dalam negeri.
Ketiga, untuk meningkatkan pengawasan terhadap berbagai produk yang diperdagangkan di
Indonesia.
Saya kemudian menelusuri produk berlabel bebas minyak sawit atau palm oil free yang
dimaksud. Ternyata, produk berlabel itu sudah beredar dan sudah diperdagangkan di
Indonesia, sejak tahun 2016. Label itu ditemukan di sejumlah produk makanan kemasan
(snack) impor, produksi Italia, yang dijual di super market premium di tanah air. Saya sengaja
tidak menuliskan brand super market itu, tapi saya punya datanya.
Yang langsung mencuat di pikiran saya adalah perusahaan importir produk makanan
tersebut. Kenapa label bebas minyak sawit atau palm oil free tidak jadi perhatian mereka?
Padahal, setidaknya sejak tahun 2014, sejumlah negara Eropa sudah bersuara
miring terhadap minyak sawit Indonesia. Mestinya, label di snack buatan Italia itu menjadi
perhatian, untuk ditelaah lebih jauh.
Pada Jumat (19/02/2016), Togar Sitanggang menyoroti perusahaan importir tersebut. Kita
tahu, Togar adalah Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Togar
menilai, importir makanan itu tidak memiliki sense of belonging terhadap industri sawit
nasional, yang telah terbukti banyak memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional.
Pihak lain yang juga patut disorot adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang pada
tahun 2016 itu dipimpin oleh Thomas Lembong. Bukankah Kemendag beserta jajaran di
bawahnya bertugas mengawasi produk yang diperdagangkan di Indonsia? Mestinya, sebagai
kementerian, Kemendag bereaksi terhadap masuknya produk berlabel bebas minyak sawit
atau palm oil free.
Nah, jika sudah masuk Indonesia sejak tahun 2016, maka hingga tahun 2019 ini, bisa
diperkirakan, betapa sudah banyaknya produk berlabel bebas minyak sawit atau palm oil free
yang beredar di masyarakat kita. Apalagi ditunjang oleh perdagangan secara online, tentulah
peredaran produk tersebut sudah meluas. Dan, bukan hal yang mudah untuk mendeteksi
serta membendungnya.
Ulasan Bebas Minyak Sawit
Bukan hanya peredaran produk tersebut yang sudah meluas. Tapi, ulasan tentang produk
berlabel bebas minyak sawit atau palm oil free, juga sudah cukup luas. Dari penelusuran saya,
cukup banyak content tentang hal itu. Misalnya: Cinta Alam, Ini Alasan Harus Pilih Skincare
yang Bebas Minyak Kelapa Sawit. Atau, Tak Harus Minyak Sawit, 5 Minyak Ini Lebih Sehat
untuk Menggoreng.
Penny Lukito selaku Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), menilai, ada
persepsi di antara orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan bahwa minyak kelapa sawit
tidak sehat. Hal itu mendorong konsumen untuk menghindari produk sawit, tetapi itu belum
terbukti secara ilmiah.
Dalam konteks itulah Penny Lukito, pada Rabu (21/08/2019), seperti dikutip Bloomberg,
mengatakan, BPOM serta Dewan Minyak Sawit Indonesia dan Kementerian Perdagangan
akan mengadakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Menurut saya,
jika itu mau dilakukan, strategi komunikasinya haruslah benar-benar komprehensif.
Kenapa? Pertama, karena sebaran produk berlabel bebas minyak sawit atau palm oil free,
sudah cukup luas. Kedua, ulasan tentang produk berlabel itu, juga sudah luas. Kondisi yang

