Page 54 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 54
demikian, bukanlah hal yang mudah untuk menetralisirnya. Apalagi, dari pencermatan saya,
perlakuan diskriminatif terhadap sawit kita oleh sejumlah negara Eropa, tidak menyentuh
publik luas.
Yang mengemuka di media selama ini adalah ancam-mengancam antar negara. Juga, boikot-
memboikot antar negara. Secara emosi, publik luas nyaris tak terlibat. Juga, tidak dilibatkan.
Nah, bila kini BPOM serta Dewan Minyak Sawit Indonesia dan Kementerian Perdagangan
akan bikin kampanye, berarti strateginya ya benar-benar dari awal.
Pertanyaan yang menggelitik, kenapa baru tahun 2019 BPOM bereaksi? Padahal, produk
berlabel itu sudah masuk Indonesia sejak tahun 2016. Barangkali, ini menjadi contoh yang
kesekian, betapa pentingnya antisipasi. Jika saja BPOM, Dewan Minyak Sawit Indonesia, dan
Kementerian Perdagangan sudah bereaksi sejak tahun 2016, tentu energi untuk kampanye
yang dimaksud, tak sebanyak yang dibutuhkan saat ini.
isson khairul --dailyquest.data@gmail.com
Jakarta, 22 Agustus 2019

