Page 49 - 210819_Minyak Kelapa Sawit Aman
P. 49

Judul          : BPOM Larang Label Bebas Minyak Sawit

               Nama Media  : padek.co
               Tanggal        : 22 Agustus 2019

               Halaman/URL : https://padek.co/koran/padangekspres.co.id/read/detail/131539/BPOM-
               Larang-Label-Bebas-Minyak-Sawit

               Tipe Media     : Online
                                                                   Padek.co - Dinilai  Bentuk  Kampanye
                                                                   Hitam

                                                                   Badan Pengawasan Obat dan Makanan
                                                                   (BPOM)  menyatakan  bahwa  produsen
                                                                   barang  konsumsi  dilarang memberikan
                                                                   label  palm  oil  free atau  bebas  minyak
                                                                   sawit.   Lembaga      tersebut    akan
                                                                   melakukan  pengawasan  pada  barang
                                                                   yang sudah dijual. Alasannya, pelabelan
                                                                   tersebut  merupakan  kampanye  hitam
               dan melarang aturan BPOM. Produksi minyak sawit Indonesia menunjukkan pertumbuhan
               yang signifikan dari tahun ke tahun. Baik dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) maupun produk
               turunannya  yang  diperuntukkan  industri  kimia  dan  industri  pangan.  Minyak  sawit  biasa
               digunakan untuk minyak goreng, margarin, mayones, sabun, sampo, pasta gigi, bahan baku
               untuk baju, kertas koran, palm oil biodiesel, dan lain-lain.

               Kepala  Badan  POM  RI,  Penny  K.  Lukito  menyatakan  bahwa  BPOM  tidak  menyetujui
               pendaftaran produk yang mencantumkan klaim bebas minyak sawit. “Pelabelan palm oil free
               ini melanggar peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Pelabelan,” ujarnya kemarin
               (21/8)  saat  ditemui  di  kantornya. Kemarin  BPOM  menyelenggarakan  pertemuan  bersama
               untuk  membahas  pelabelan  palm  oil  frre.  Pertemuan  itu  dihadiri  perwakilan  Kementerian
               Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian,
               dan lintas sektor terkait lainnya. “Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk dalam
               upaya  perlindungan  terhadap  daya  saing  perdagangan  kelapa  sawit.  Khususnya
               menghentikan penggunaan label Palm Oil Free yang akan menurunkan daya saing industri
               kelapa sawit Indonesia.” beber Penny.

               Penny menyatakan bahwa kedepan pihaknya akan melakukan kampanye besar-besaran. Hal
               ini  sebagai  langkah  untuk  memberikan  edukasi  kepada  produsen  dan  masyarakat.  Dia
               berharap, ada kerja sama dengan Kemenkes atau Dinas Kesehatan. Sebab Dinas Kesehatan
               yang selama ini mengawasi UMKM dan memberikan izin. Sejauh ini, BPOM menurut Penny
               sudah  melakukan  pengawasan.  Terbukti  telah  menemukan  bahan  konsumsi  aktif  yang
               menggunakan  label  bebas  minyak  sawit.  Menurutnya,  produk  impor  yang  masuk  harus
               melepas label itu. “Kalau masih ada yang bertuliskan seperti itu pasti produk ilegal,” tuturnya.

               Penny  menyatakan  bahwa  maraknya  pelabelan  bebas  minyak  sawit  ini  karena  tren  saja.
               “Padahal  belum  ada  bukti  ilmiah  soal  mengganggu  kesehatan,”  ucapnya. Ketua  Umum
               Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun saat ditemui di tempat yang sama menyatakan
               bahwa industri kelapa sawit sudah berubah. Perusahaan kepala sawit sudah mengikut aturan
               yang ada. Terutama soal penyelamatan ekosistem. “Kami sudah mengikuti aturan tahun 2011
               tentang  standar  sawit  berkelanjutan,”  kata  Derom.  Dia  juga  menyatakan  bahwa  seluruh
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54