Page 242 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 242

Judul                 : Pengembangan Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia Baru
                                     Jalan 40 Persen

               Nama Media            : batampos.co.id
               Tanggal               : 2 September 2020

               Halaman/URL          : https://batampos.co.id/2020/09/02/pengembangan-vaksin-
                                      merah-putih-buatan-indonesia-baru-jalan-40-persen/

               Tipe Media            : Online



               batampos.co.id – Indonesia tak mau hanya bersandar pada vaksin bikinan asing.
               Karena itu, pembuatan vaksin dalam negeri yang diberi nama vaksin Merah Putih
               terus  dikebut.  Meski  demikian,  hingga  kini  pengembangannya  baru  mencapai  40
               persen. Padahal, vaksin yang didatangkan dari Sinovac sudah memasuki uji klinis
               fase ketiga.

               Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 Kementerian Riset dan
               Teknologi  Ali  Ghufron  Mukti  mengungkapkan,  pengembangan  vaksin  Merah  Putih
               dilakukan  lembaga  Eijkman.  Ghufron  menekankan,  pengembangan  vaksin  dalam
               negeri tersebut sangat penting. Sebab, Indonesia harus bisa mencapai kemandirian
               vaksin Covid-19. Apalagi, jumlah penduduknya begitu besar.

               Nanti, ketika sudah rampung dan bisa diproduksi masal, vaksin itu diberikan kepada
               masyarakat.  Merujuk  ketentuan  World  Health  Organization  (WHO),  untuk
               mendapatkan kekebalan tertentu pada masa pandemi, minimal 70 persen warga di
               satu negara harus diberi vaksin.
               Untuk  memenuhi target  tersebut,  vaksin  Merah  Putih  yang  akan  diproduksi  masal
               pada  2022  itu  bisa  mengambil  bagian  50  persen  dari  kebutuhan.  Sebab,  tahun
               depan  setidaknya  ada  260  juta  vaksin  hasil  kerja  sama  Bio  Farma  dan  Sinovac.
               Vaksin itu diberikan kepada 130 juta orang yang masing-masing harus mendapatkan
               dua dosis. ’’Kami berharap 50 persen akan disuntik vaksin Merah Putih,‖ tuturnya.

               Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan progres
               pengembangan  vaksin  Merah  Putih.  Pihaknya  sudah  melakukan  kloning  dari  gen
               virus di Indonesia. Kemudian, sudah dimasukkan ke sistem ekspresi. ‖Kami sedang
               menunggu ekspresi dari protein tersebut dalam bentuk antigen protein rekombinan
               itu,‖ ujarnya. Diharapkan, ketika hasil keluar, 2–3 bulan mendatang vaksin itu bisa
               diujikan pada hewan.

               Jika proses uji pada hewan berjalan baik, bibit vaksin diserahkan ke Bio Farma pada
               Februari  sampai  Maret  2021.  Selanjutnya,  bibit  vaksin  diproses  Bio  Farma  untuk
               dilakukan uji klinis fase I, II, dan III.

               Pada  bagian  lain,  Badan  Pengawas  Obat  dan  Makanan  (BPOM)  turut  mengawal
               penelitian  vaksin  Covid-19  di  tanah  air.  Kepala  BPOM  Penny  Lukito  menyatakan,
               lembaganya  sudah  membuat  road map  regulasi  pembuatan  vaksin.  Road map  itu
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247