Page 246 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 246

Judul                 : Kepala BPOM sebut Indonesia Miliki Dua Opsi Pengembangan
                                     Vaksin Covid-19

               Nama Media            : madaninews.id
               Tanggal               : 2 September 2020

               Halaman/URL          : https://www.madaninews.id/12391/kepala-bpom-sebut-
                                      indonesia-miliki-dua-opsi-pengembangan-vaksin-covid-19.html

               Tipe Media            : Online



                                                     MADANINEWS.ID,  JAKARTA  —  Kepala  Badan
                                                     Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K
                                                     Lukito  menyampaikan  bahwa  Indonesia  saat  ini
                                                     memiliki  2  opsi  dalam  mengembangkan  vaksin
                                                     Covid-19.

                                                     Opsi  pertama,  mengembangkan  vaksin  Merah
                                                     Putih  yang  dikembangkan  Kementerian  Riset
                                                     dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional
                                                     serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
                                                     Lebih  lanjut,  Kepala  BPOM  menjelaskan
                                                     pihaknya  telah  membuat  roadmap  tahapan
                                                     pengembangan  vaksin  yang  diperlukan  untuk
               memenuhi persyaratan data praklinik, klinik dan mutu dari vaksin yang akan dibuat.

               ―Sehingga vaksin ini, tahapan pengembangannya sesuai dengan waktu yang sudah
               kita  rencanakan  dengan  percepatan  tentunya,  dan  segera  memenuhi  kebutuhan
               untuk program nasional,‖ jelasnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI
               Jakarta, Selasa (1/9).

               Opsi  kedua, adalah  mengembangkan  kerja  sama  internasional.  Kerja  sama  yang
               pertama  yang  sudah  dalam  pendampingan  BPOM  yakni  PT  Sinovac  dengan  PT
               Biofarma, lalu kerjasama kedua Sinopharm dengan Kimia Farma bersama Grup 42
               dari Uni Emirat Arab dan kerjasama ketiga ialah Genexine dengan PT Kalbe Farma.

               ―Dan  juga  beberapa  komunikasi  dengan  negara  lain  yang  sudah  memulai
               komunikasi untuk tahap-tahap pengembangan selanjutnya‖ ujarnya.

               Pada perkembangan uji klinis vaksin kerja sama Sinovac dengan Biofarma, sudah
               dimulai  pada  11  Agustus  2020  oleh  tim  peneliti  dari  kedokteran  Universitas
               Padjajaran dan subjek uji klinis sebanyak 1.620 orang.

               ―Saat  ini  sudah  ada  1.800  sukarelawan  yang  telah  mendaftar,  dan  hingga  akhir
               Agustus  2020  terdapat  sekitar  500  orang  direktur  dan  sudah  mendapat  tahap
               penyuntikan,‖ jelas Penny.

               BPOM  katanya  siap  mengawal  mulai  pemberian  persetujuan  protokol  uji  klinis,
               pelaksanaannya, dan evaluasi hasil uji klinis untuk situasi darurat, serta persiapan
   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251