Page 249 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 249
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Erick Thohir: 15 Juta Orang Bisa Divaksinasi Akhir 2020
Dream - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi,
Erick Thohir, menyatakan Indonesia akan memiliki 30 juta dosis vaksin Covid-19
akhir tahun nanti. Akan ada 15 juta orang bisa divaksinasi jika uji klinis hasil kerja
sama dengan Uni Emirat Arab dan China berjalan baik.
Sebanyak 30 juta dosis vaksin tersebut diadakan melalui kerja sama dengan
Sinovac Biotech dari China dan G42, perusahaan farmasi dari UEA. Pemakaian
vaksin dari dua perusahaan tersebut sama-sama sebanyak dua dosis dalam sekali
penyuntikan dengan jeda waktu dua pekan.
" Jadi kalau diakumulasi dari dua kerja sama UEA dan China ini kita akan
mendapatkan 30 juta vaksin di tahun 2020. Kalau satu orang memerlukan dua dosis
sehingga kurang lebih 15 juta orang yang akan bisa divaksin di akhir 2020," ujar
Erick, dikutip dari Merdeka.com.
Vaksin Bisa Langsung Dipakai
Erick mengatakan jutaan vaksin tersebut bisa langsung digunakan jika uji klinis oleh
dua perusahaan asing tersebut berjalan baik. Sinovac, kata Erick, berkomitmen
menyediakan bahan baku vaksin Covid-19 sebanyak 20 juta dosis serta supply
bahan baku untuk 2021 sebanya 250 juta dosis dengan overfill 10 persen.
Sedangkan G42 berkomitmen menyediakan bahan baku 10 juta dosis pada
Desember nanti. Pada kuartal pertama 2021 siap menyediakan 50 juta dosis.
Terkait pengembangan, Erick mengatakan kedua vaksin memiliki waktu efektivitas
enam bulan sampai dua tahun. Jadi, vaksin tidak efektif selamanya atau hanya
diambil sekali seumur hidup.
Erick menjelaskan dari informasi terakhir yang dia dapat, vaksin dapat digunakan
untuk usia 18 tahun sampai dengan di atas 59 tahun. Sementara saat ini sedang
dikembangkan untuk usia di bawah 18 tahun.
Vaksin Merah Putih Tetap Prioritas
Tidak hanya dengan Sinovac dan G42, pemerintah juga telah menghubungi
beberapa perusahaan dari negara lain untuk kerja sama vaksin Covid-19. Seperti
AstraZeneca dari Eropa dan Bill and Melinda Gates Foundation dari Amerika
Serikat.
Meski demikian, Erick menegaskan pihaknya tetap mengusahakan vaksin buatan
dalam negeri. Vaksin tersebut yaitu Vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan
di Indonesia.
" Tentu yang menjadi prioritas kami, solusi yang ditawarkan vaksin ini masih
merupakan solusi jangka pendek. Yang kita harapkan kita bisa juga menemukan
Vaksin Merah Putih sendiri karena dari pengalaman kita juga punya kapasitas itu,"
kata Erick.

