Page 254 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 254

Judul                 : Indonesia Miliki Dua Opsi Pengembangan Vaksin Covid-19

               Nama Media            : suaramerdeka.news

               Tanggal               : 2 September 2020

               Halaman/URL          : https://suaramerdeka.news/indonesia-miliki-dua-opsi-
                                      pengembangan-vaksin-covid-19/

               Tipe Media            : Online


                                                           Indonesia  saat  ini  memiliki  2  opsi  dalam
                                                           mengembangkan  vaksin  Covid-19.  Opsi
                                                           pertama  mengembangkan  vaksin  Merah
                                                           Putih  yang  dikembangkan  Kementerian
                                                           Riset  dan  Teknologi,  Badan  Riset  dan
                                                           Inovasi  Nasional  serta  Lembaga  Biologi
                                                           Molekuler Eijkman.

                                                           Kepala  Badan  Pengawas  Obat  dan
               Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjelaskan pihaknya telah membuat roadmap
               tahapan pengembangan vaksin yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan data
               praklinik, klinik dan mutu dari vaksin yang akan dibuat.

               ―Sehingga vaksin ini, tahapan pengembangannya sesuai dengan waktu yang sudah
               kita  rencanakan  dengan  percepatan  tentunya,  dan  segera  memenuhi  kebutuhan
               untuk program nasional,‖ jelasnya.

               Opsi  kedua  adalah  mengembangkan  kerjasama  internasional.  Kerjasama  yang
               pertama  yang  sudah  dalam  pendampingan  BPOM  yakni  PT  Sinovac  dengan   PT
               Biofarma, lalu kerjasama kedua Sinopharm dengan Kimia Farma bersama Grup 42
               dari Uni Emirat Arab dan kerjasama ketiga ialah Genexine dengan PT Kalbe Farma.

               ―Dan  juga  beberapa  komunikasi  dengan  negara  lain  yang  sudah  memulai
               komunikasi untuk tahap-tahap pengembangan selanjutnya‖ ujarnya.

               Pada  perkembangan  uji  klinis  vaksin  kerjasama  Sinovac  dengan  Biofarma,  sudah
               dimulai  pada  11  Agustus  2020  oleh  tim  peneliti  dari  kedokteran  Universitas
               Padjajaran dan subjek uji klinis sebanyak 1.620 orang.

               ―Saat  ini  sudah  ada  1.800  sukarelawan  yang  telah  mendaftar,  dan  hingga  akhir
               Agustus  2020  terdapat  sekitar  500  orang  direktur  dan  sudah  mendapat  tahap
               penyuntikan,‖ jelas Penny.

               BPOM  katanya  siap  mengawal  mulai  pemberian  persetujuan  protokol  uji  klinis,
               pelaksanaannya  dan  evaluasi  hasil  uji  klinis  untuk  situasi  darurat,  serta  persiapan
               sarana produksi di Biofarma untuk melakukan transfer teknologi dalam mewujudkan
               vaksin menjadi produk komersil.

               Pada kerjasama vaksin Sinopharm – G42 dengan Uni Emirat Arab, saat ini sudah
               ada kesepakatan. Uni Emirat Arab berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin untuk
               Indonesia. Pada akhir tahun 2020 diharapkan tercapai.
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259