Page 244 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 244
Judul : Kabar Baik Di Tengah Pandemi, Badan Pengawas Obat Dan
Makanan (BPOM) Menyebut Ada Dua Vaksin COVID-10 Yang
Sudah Bisa Dipakai Di Indonesia Pada Awal Tahun 2021. Apa
Saja?
Nama Media : wowkeren.com
Tanggal : 2 September 2020
Halaman/URL : https://wowkeren.com/berita/tampil/00327907.html
Tipe Media : Online
WowKeren - Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) Indonesia
mengumumkan kabar baik seputar
perkembangan vaksin virus corona. Ketua
BPOM Penny K Lukito mengklaim sudah
ada dua vaksin COVID-19 yang siap
diedarkan dan dipakai di Indonesia mulai
awal tahun 2021.
Penny menjelaskan saat ini Indonesia
terus bekerja dalam melakukan pengembangan vaksin untuk membasmi kasus virus
corona. Demi mempercepat vaksin, Indonesia juga melakukan kerja sama dengan
sejumlah negara.
BPOM saat ini telah mengawasi sejumlah vaksin yang sangat menjanjikan untuk
masyarakat Tanah Air. Diantaranya adalah vaksin Sinovac asal Tiongkok yang
merupakan kerja sama dengan Bio Farma.
Lalu ada vaksin Sinopharm yang merupakan kerja sama antara perusahaan G42
dari Uni Emirat Arab dengan Kimia Farma. Kemudian ada vaksin Genexine hasil
kerja sama dengan PT Kalbe Farma.
Dari sejumlah vaksin tersebut, BPOM mengklaim sudah ada dua vaksin yang bisa
digunakan mulai akhir tahun 2020 hingga awal 2021 mendatang. Berikut dua vaksin
yang disebut menjanjikan tersebut:
1. Vaksin Sinovac asal Tiongkok
Penny mengatakan jika vaksin Sinovac sedang melakukan uji klinis fase III di
Bandung sejak awal Agustus. Vaksin ini disebut menjanjikan lantaran telah di uji
coba pada ratusan relawan dengan hasil yang memuaskan.
Pasalnya, para relawan yang telah disuntik vaksin Sinovac dilaporkan tidak ada
yang mengalami efek samping yang berat. Mereka hanya mengeluhkan sedikit
demam, mual, hingga sakit di bagian tempat suntik tersebut.
‖Seperti yang kita ketahui, uji klinis dari Sinovac ini sudah berjalan,‖ jelas Penny
dalam siaran pers yang dilakukan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9).

