Page 3 - Sejarah Promkes dgn soal
P. 3
kegiatan kampanye K3. Pelatihan bertujuan untuk membina sumber daya manusia
dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta melatih kesiagaan
karyawan dalam menghadapi keadaan darurat. Pelatihan disini diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
Komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dapat menggunakan berbagai media
baik lisan maupun tulisan. Sedangkan tujuan program kampanye K3 yaitu untuk
menanamkan dan meningkatkan kesadaran pengusaha, pekerja, masyarakat
mengenai betapa pentingnya K3 sebagai upaya untuk pencegahan kecelakaan kerja,
sehingga diharapkan mampu bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan ketentuan
K3.
Dengan diadakanya kegiatan promosi K3 secara rutin maka kecelakaan kerja dapat
dicegah. Jadi promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu
upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan
tenaga kerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga dapat menerapkan
budaya K3 di dalam lingkungan kerja.
2. Sejarah Promosi Kesehatan
2.1 Sejarah di dunia
Deklarasi Alma Atta pada Tahun 1978. Menghasilkan strategi utama dalam
pencapaian Kesehatan Bagi Semua (Health For All ) melalui pelayanan kesehatan
dasar (Primary Health Care). Kesehatan bagi semua, melalui Basic Six, yaitu dengan
cara: penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, pemberantasan
penyakit, kesehatan keluarga dan reproduksi, perbaikan gizi masyarakat, dan
pelayanan kesehatan.
Piagam Ottawa, adalah piagam kesepakatan yang dihasilkan pada Konferensi
Internasional Promosi Kesehatan Pertama di Ottawa, Canada tahun 1986, telah
membawa perubahan dalam pengertian dan praktek “health promotion”. Promosi
Kesehatan sebagai “Proses yang memungkinkan individu atau kelompok
mengendalikan dan memperbaiki kesehatannya”. Piagam tersebut merumuskan
upaya promosi kesehatan untuk mewujudkan, mencakup:
a. Kebijakan Berwawasan Kesehatan (Health Public Policy). Ditujukan kepada
policy maker agar mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung
kesehatan.
Contoh: penyusunan tata ruang (kota: harus ada ruang terbuka hijau atau hutan
kota), penyunan dokumen AMDAL (Analisis mengenai Dampak Lingkungan)
terhadap pembangunan laboratorium, hotel, jalan Toll, dll
b. Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment). Ditujukan kepada para
pengelola tempat umum termasuk pemerintah kota, agar menyediakan prasarana
sarana yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat.

