Page 55 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 55
"هتعسم اذإ كلذب ايفرصنا اذإ ملعأ تنك "
Maknanya : "Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai sholat dengan
mendengar suara berdzikir yang keras itu"
Hadits-hadits ini adalah dalil diperbolehkannya berdzikir
dengan suara yang keras, tetapi tanpa berlebih-lebihan dalam
mengeraskannya. Karena mengangkat suara dengan keras yang
berlebih-lebihan dilarang oleh Nabi shallallahu 'alayhi wasallam
dalam hadits yang lain. Dalam hadits riwayat al Bukhari dari Abu
Musa al Asy'ari bahwa ketika para sahabat sampai dari perjalanan
mereka di lembah Khaibar, mereka membaca tahlil dan takbir
dengan suara yang sangat keras. Lalu Rasulullah berkata kepada
mereka :
"ابُرق اعِسم نيعدت انَّإ ، ابئاغ ٗو مصأ نيعدت ٗ مكنإف مكسفنأ ٌلع ايعبرا"
Maknanya : "Ringankanlah atas diri kalian (jangan memaksakan diri
mengeraskan suara), sesungguhnya kalian tidak meminta kepada Dzat
yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, kalian meminta
kepada yang maha mendengar dan maha "dekat" …" (H.R. al Bukhari)
Hadits ini tidak melarang berdzikir dengan suara yang keras,
yang dilarang adalah dengan suara yang sangat keras dan berlebih-
lebihan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa boleh berdzikir
dengan berjama'ah sebagaimana dilakukan oleh para sahabat
tersebut, karena bukan ini yang dilarang oleh Nabi melainkan
mengeraskan suara secara berlebih-lebihan.
51

