Page 50 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 50

Ya’qub  ibn  Sulaiman  ibn  Ja’far  kemudian  mencucinya  dalam  air
               dan air tersebut ia minum, bahkan tidak hanya sekali aku melihat
               ayahku  minum  air  zamzam  untuk  obat  ia  usapkan  pada  kedua
               tangan dan mukanya”.
                     Dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah [ 5/39-40] tersebut sebagai
               berikut: “Telah meriwayatkan kepada kami Abu Bakr, ia berkata:
               telah meriwayatkan kepada kami Ali ibn Mushir dari Ibn Abi Laila
               dari al Hakam dari Sa’id ibn Jubayr dari Ibn Abbas berkata: Jika

               seorang perempuan sulit melahirkan maka tulislah dua ayat ini dan
               beberapa kalimat pada selembar kertas kemudian basuh (celupkan
               dalam air) dan minumlah:

               برو عبسلا تايمسلا بر  للها ناحبس , يَركلا مِللحا يه ٗإ هلإ ٗ للها مسب"


               تاعزانلا ةريس[ ) اهاحض وأ ةِشع ٗإ ايثبلُ لم انهورُ ميُ منهأك(  ،     مِظعلا شرعلا

               فاقحٓا[ )غ٘ب رانه نم ةعاس ٗإ ايثبلُ لم  نودعيُ ام نورُ ميُ منهأك( ] 46  /


                            "] 35  / فاقحٓا ةريس[ )نيقسافلا ميقلا ٗإ كلوُ لوف( ] 35  /


                     Dalam kitab al Ausath fi as-Sunan wa al Ijma’ wa al Ikhtilaf , Juz
               1 h. 103-104 karya Ibn Mundzir disebutkan bolehnya memakai at-
               ta’widz (hirz).
                     Dalam  kitab  al  A-daab  asy-Syar’iyyah  karya  Ibn  Muflih  al
               Hanbali  juga  disebutkan  bahwa  Imam  Ahmad  menulis  ta’widz
               untuk seorang perempuan yang ketakutan di rumahnya, membuat
               hirz untuk orang yang demam. Imam Ahmad juga membuat hirz
               untuk wanita yang akan melahirkan dan meriwayatkannya dari Ibn





                                               46
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55