Page 46 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 46

keharaman menyentuh perempuan asing. Dan kesalahan besar jika
               al-Bathsy   diartikan   “bersetubuh”,   karena    jika   demikian
               pengertiannya  tentunya  Rasulullah  tidak  akan  mengatakan
               lanjutan hadits tersebut yang berbunyi:

                                                        "  هبذكُ وأ كلذ قدصُ جرفلاو  "


               Maknanya: "Dan kemaluan [farji] membenarkan atau mendustakan hal
               tersebut (dengan bersetubuh atau tidak)".

                     Setelah penjelasan ini tidak ada alasan yang dapat dijadikan
               sandaran  oleh  Hizbuttahrir,  kecuali  bahwa  mereka  orang-orang
               keras kepala tidak mau menerima kebenaran.






















                                               42
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51