Page 44 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 44

Di  antara  dalil  lain  yang  menunjukkan  keharaman berjabat
               tangan dengan perempuan asing adalah sabda Rasulullah:

                                                  ٍ
                                                           ٍ


               هاور  "     هَ ل ل َ تَ ٗ ةأرما سيَ نأ نم هَ ل رـِخ دُدح نم طِخبم مكدحأ نعْ طُ نٓ  "
                                                                            ْ
                              َْ ي ََ ْ
                                                            ْ َ ُّ
                     ُّ إ َ
                                        ْ ُّ ٌَْ ْ َ ْ
               ُّ ََ
                                                                ْ َ َ َ ُّ




                                    ٍ
               ٍ رجح     نبا ُّ ظفالحا هنسحو راسُ   نب  ٍ لقعم ثُدح نم يربَ كلا مجعلما في َـنارـب  طلا
                     ُّ ْ
                           َ َُّ َ َ َ َ ْ َْ
                                                                  َ ْ
                                                            ْ
                                                   ْ َ ْ
                                                                            ََ
                َ َ

                                                                    ُّ


                                                       مهرـِغو يرذنلماو َمثِلها نُدلا رينو
                                                       َ
                                                              ْ
                                                                         ْ
                                                                              ُّ
                                                                    ََْ
                                                                َ
                                                                             ُّ َ
                                                    ْ ُُّّْ َ
                                                              ُّ

               Maknanya  :  “Bila  (kepala)  salah  seorang  dari  kalian  ditusuk  dengan
               potongan besi maka hal itu benar-benar lebih baik baginya (artinya lebih
               ringan)  daripada  (disiksa  karena  maksiat)  memegang  perempuan  yang
               tidak halal baginya". (H.R. ath-Thabarani dalam al Mu'jam al Kabir
               dari  hadits  Ma'qil  bin  Yasar  dan  hadits  ini  hasan  menurut  Ibnu
               Hajar, Nuruddin al Haytsami, al Mundziri dan lainnya)

                     Makna [سيَ] pada hadits di atas bukan “bersetubuh” (jima’),
               sebagaimana  kesalahan  pemahaman  semacam  ini  diyakini
               Hizbuttahrir.  Tetapi  makna  yang  benar  adalah  “menyentuh”,
               sebagaimana pemahaman tersebut dipahami oleh perawi haditsnya
               sendiri; Ma’qil ibn Yasar, sebagaimana diterangkan oleh Ibn Abi
                                           34
               Syaibah dalam al-Mushannaf .
                     Kemudian  mengartikan  [سيَ]  dengan  “bersetubuh”  adalah
               sebuah  pemahaman  dengan  metode  metafor  (majaz).  Padahal
               metodologi majaz tidak dipakai kecuali dengan ketentuan dalil aqli

                      34  Al-Mushannaf (4/341)
                                               40
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49