Page 39 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 39

hadits  bahwa  Rasulullah  tidak  pernah  menyentuh  perempuan
               ketika  membaiat,  beliau  membaiat  perempuan  hanya  dengan
               ucapan”.  Kemudian,  seorang  ahli  bahasa;  Ibn  al-Manzhur
                      24
               berkata : “Baiat [kepadanya] artinya mengambil janji darinya”.
                     Kemungkinan  kedua,  bahwa  baiat  tersebut  terjadi  dengan
               berjabat  tangan  hanya  saja  dengan  adanya  penghalang.
               Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-
                                                               26
                            25
               Bari,  berkata :  “Abu  Dawud  dalam  al-Marasil   meriwayatkan
               dari  as-Sya’bi  bahwa  Nabi  ketika  membaiat  perempuan,

               disodorkan  kepadanya  semacam  kain  [sebangsa  burdah  dari
               Qatar], kemudian nabi meletakkan kain tersebut di atas tangannya,
               seraya berkata: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan
               kaum perempuan”. Riwayat semacam ini diriwayatkan pula oleh
                                                                        27
               ‘Abd  ar-Razzaq  dari  Ibrahim  an-Nakha’i  secara  mursal .  Juga
               diriwayatkan oleh Sa’id ibn Manshur dari jalan Qais ibn Abi Hazim.
                     Ibn  Ishaq  dalam  al-Maghazi  meriwayatkan  dari  Musa  ibn
               Bukair  dari  Qais  bin  Abi  Hazim  dari  Abban  ibn  Shalih,  bahwa
               Rasulullah (ketika membaiat) memasukan tangannya ke dalam satu
               bejana berisikan air, lalu perempuan memasukkan tangannya pada
               air  yang  sama.  Saat  itu  kemungkinan  ada  banyak  perempuan.
               Inilah apa yang ditulis oleh al-Hafizh Ibn Hajar; artinya dalam satu
               kesempatan  Rasulullah  membaiat  kaum  perempuan  dengan
               berjabat  tangan  dengan  adanya  penghalang,  dan  dalam



                      24  Lisan al-Arab (8/26)
                      25  Fath al-Bari (8/236-237)
                      26  al-Marasil (h. 128)
                      27  Mushannaf ‘Abd ar-Razzaq (6/9)

                                               35
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44