Page 42 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 42
31
Dalam kitab yang sama disebutkan : “Dan para ahli fiqh dari
kalangan sahabat kami (pengikut madzhab Syafi'i) dan lainnya
telah berkata bahwa menyentuh perempuan asing hukumnya
haram, sekalipun pada bagian yang bukan auratnya, seperti
wajah”.
Dengan demikian jelas kesalahan pemahaman Hizbuttahrir
terhadap hadits shahih yang diriwayatkan al-Bukhari, tentang
pernyataan ‘Aisyah: [Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah
menyentuh tangan seorang perempuanpun saat membaiat]. Di
mana Hizbuttahrir menyatakan bahwa pernyataan ‘Aisyah tersebut
hanya sebatas pengetahuannya saja, tidak pada semua keadaan.
Adapun lafazh hadits al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya
[yang dipahami salah/diselewengkan Hizbuttahrir] adalah sebagai
32
berikut : “Mengkhabarkan kepada kami Ishaq [ia berkata]:
Mengkhabarkan kepada kami Ya’qub ibn Ibrahim ibn Sa’ad [ia
berkata]: Mengkhabarkan kepada kami Ibn Akhi Ibn Syihab dari
pamannya [ia berkata]: Mengkhabarkan kepada kami ‘Urwah
bahwa ‘Aisyah; isteri Rasulullah, mengkhabarkan kepadanya
bahwa Rasulullah menguji kaum perempuan yang hijrah
kepadanya dengan firman Allah [yang berisikan tentang baiat]:
نقرسُ ٗو ائِش للهاب نكرشُ ٗ نأ ٌلع كنعُابُ تانمؤلما كءاج اذإ بينلا اوُأ اُ ﴿
ٗو نولجرأو نوُدُأ ينب هنُترفُ ناتوبب ن ـ ِتأُ ٗو نهدٗوأ نلتقُ ٗو ن ِنزُ ٗو
ـ
31 Tharh at-Tatsrib (7/45)
32 Shahih al-Bukhari: Kitab at-Tafsir: Bab tafsir firman Allah ayat 10 dari
surat al-Mumtahanah.
38

