Page 43 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 43
ةنحتملما ةريس ﴾ ( مِحر ريفغ للها نإ للها نله رفغتساو نوعُابف فورعم في كنِصعُ
) 12 :
Maknanya: "Wahai Nabi apabila datang kepadamu kaum mukmin
perempuan untuk berbaiat kepadamu untuk tidak menyekutukan Allah
dengan suatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh
anak-anak mereka, tidak mendatangkan kedustaan dari kebohongan [apa
yang diperbuat] antara tangan dan kaki-kaki mereka, tidak maksiat
kepadamu dalam kebaikan, maka baiatlah mereka dan mintakanlah ampun
kepada Allah bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan
Maha Penyayang". (Q.S. al Mumtahanah : 12)
‘Urwah berkata: ‘Aisyah berkata: “Siapapun di antara perempuan
yang setuju dengan syarat tersebut, Rasulullah berkata kepadanya:
Aku telah membaiatmu dengan ucapan. Dan demi Allah tangan
beliau tidak pernah menyentuh tangan perempuan manapun saat
membaiat. Beliau tidak membaiat perempuan kecuali dengan
berkata: “Aku telah membaiatmu akan hal itu”.
Dalam riwayat Ibn Hibban perkataan ‘Aisyah sebagai
33
berikut : “Rasulullah tidak pernah mengambil [janji] terhadap
kaum perempuan kecuali dengan apa yang diperintahkan oleh
Allah, dan telapak tangan beliau sama sekali tidak pernah
menyentuh telapak tangan perempuan. Beliau tidak melakukan
apapun ketika membaiat kaum perempuan kecuali dengan berkata:
Aku telah membaiat kalian dengan ucapan”.
33 Al-Ihsan Bi Tartib Shahih Ibn Hibban (7/441)
39

