Page 47 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 47

BAB VII

               MEMAKAI HIRZ ATAU TA'WIDZ



                     Di  antara  keganjilan  golongan  Wahabi  bahwa  mereka
               mengharamkan memakai hirz yang isi di dalamnya hanya ayat-ayat
               al Qur’an atau bacaan-bacaan dzikir kepada Allah, mereka bahkan
               memutus  hirz-hirz  tersebut  dari  leher  orang  yang  memakainya
               dengan  mengatakan:  “ini  adalah  perbuatan  syirik”,  terkadang
               mereka tidak segan-segan memukulnya. Lalu bagaimana mereka
               menilai Abdullah ibn 'Amr ibn al 'Ash dan lainnya dari kalangan
               para  sahabat  yang  telah  melakukan hal  itu  yakni mengalungkan
               hirz-hirz tersebut pada leher anak-anak mereka yang belum baligh.
               Apakah mereka akan memvonis para sahabat itu dengan syirk ?!!!,
               lalu apa yang hendak mereka katakan tentang Imam Ahmad, Imam
               Mujtahid Ibn Mundzir yang telah membolehkan hirz. Cukuplah ini
               sebagai  bukti  bahwa  kelompok  Wahabi  ini  sesat  karena  telah
               menganggap syirik apa yang telah dilakukan oleh para ulama salaf.
                     At-Tirmidzi  dan  an-Nasa-i  meriwayatkan  dari  'Amr  ibn
               Syu’aib  dari  ayahnya,  dari  kakeknya  berkata:  “Rasulullah  telah
               mengajarkan kepada kami beberapa kalimat untuk kita baca ketika terjaga
               dari tidur  dalam  keadaan terkejut  dan takut”,  dalam riwayat Isma’il
               Rasulullah  bersabda  yang  maknanya:  “Jika  di  antara  kalian
               merasakan ketakutan maka bacalah:

               ينطاِشلا تازهم نمو هدابع رش نمو  هباقعو هبضغ نم ةماتلا للها تاملكب  ذيعأ  "


                                                                       "    نورضيح نأو



                                               43
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52