Page 48 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 48
Adalah sahabat Abdullah ibn 'Amr mengajarkan bacaan ini kepada
anaknya yang sudah baligh untuk dibaca sebelum tidur dan
menuliskannya untuk anak-anaknya yang belum baligh kemudian
dikalungkan di lehernya”.
Al Hafizh Ibn Hajar dalam kitabnya al Amali [Nata-ij al Afkar,
h. 103-104] berkata: “Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Imam at-
Tirmidzi dari Ali ibn Hujr, dari Isma’il ibn Abbas, dan diriwayatkan
oleh an-Nasai dari 'Amr ibn Ali al Fallas dari Yazid ibn Harun".
Kalaupun Ibn Baaz atau Muhammad Hamid al Faqqi melemahkan
hadits ini, maka itu adalah sesuatu yang tidak benar, tidak berarti
dan tidak perlu diambil karena mereka berdua bukan Muhaddits
atau Hafizh. Apalagi Amir al Mukminin fi al Hadits, Ibn Hajar al
'Asqalani telah menyatakan bahwa hadits ini hasan.
Ibn Abi ad-Dunya [dalam kitab al 'Iyal, h. 144] meriwayatkan
dari al Hajjaj, ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku orang yang
telah melihat Sa’id ibn Jubayr sedang menuliskan beberapa ta’widz
untuk orang". Dalam riwayat al Bayhaqi [ as-Sunan al Kubra, Jilid 9,
hlm. 351] orang yang telah melihat Sa’id ibn Jabir itu disebutkan
namanya yaitu Fudhail.
Dalam kitab Masa-il al Imam Ahmad [h. 260] karya Abu Dawud
as-Sijistani sebagai berikut:
▪ “Telah memberitakan kepada kami Abu Bakr, telah
meriwayatkan kepada kami Abu Dawud, ia berkata: Aku
melihat tamimah (hirz) yang terbuat dari kulit terkalungkan
pada leher putera Ahmad yang masih kecil”.
▪ Juga telah memberitakan kepada kami Abu Bakr berkata,
telah meriwayatkan kepada kami Abu Dawud: Aku telah
mendengar Imam Ahmad ditanya tentang seseorang yang
menulis al Qur’an pada sesuatu kemudian dicuci dan
44

