Page 38 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 38
ر
) 12 : ةنحتملما ةريس ﴾ ( ائِش للهاب نكشُ ٗ نأ ﴿
Maknanya: "Janganlah kalian menyekutukan Allah". (Q.S. al
Mumtahanah : 12)
Juga Rasulullah membaiat mereka untuk tidak berbuat
niyahah (menjerit-jerit karena kematian seseorang seperti yang
dilakukan kaum jahiliyah). Tiba-tiba salah seorang perempuan
memegang tangannya sambil berkata: “Ada seseorang
[perempuan] yang membuatku bahagia, aku ingin membalas
[kebaikannya]”. Rasulullah tidak berkata apapun, lalu perempuan
tersebut pulang dan kembali lagi [dengan orang yang hendak ia
datangkan], dan kemudian Rasulullah membaiat perempuan
tersebut.
Apa yang dinyatakan Ummi ‘Athiyyah ini maknanya bukan
bersentuhan antara kulit dengan kulit. Tetapi maknanya ialah
bahwa mereka; kaum perempuan dibaiat Rasulullah dengan isyarat
lewat tangan dengan tanpa ada persentuhan. Hadits ini harus
dipahami demikian hingga sejalan maknanya dengan hadits
sebelumnya. Karena dua hadits yang tsabit [yang zhahirnya
bertentangan] harus disatukan selama dimungkinkan; tidak boleh
membatalkan salah satu dari keduanya. Artinya jika memang
kedua hadits tersebut adalah hadits yang shahih.
Di antara yang menguatkan pernyataan ini adalah apa yang
23
dinyatakan Ibn al-Jauzi dalam tafsirnya : “Dan telah shahih dalam
23 Zad al-Mashir (8/244)
34

