Page 33 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 33

ٗو انادحو لاجرلاب  نيلتخ ٗ نأ هِف نينِصعت ٗ يذلا  فورعلما نع نكئبنأ انَّإ  "

                                                                  "    ةِلهالجا ةحين نحنت



               Maknanya  :  "Aku  beritahukan  kepada  kalian  tentang  kabaikan  (al-
               Ma’ruf) yang tidak boleh kalian durhaka kepadaku dalam hal ini; [ialah]
               janganlah kalian berkhalwah dengan kaum laki-laki dalam keadaan sendiri
               dan  janganlah  kalian  menjerit-jerit  [an-Niyahah;  karena  kematian
               seseorang]  seperti  menjerit-jeritnya  kaum  jahiliyah".  (H.R.  Al-Hafizh
               Ibnu Jarir at-Thabari)
                     Para ulama fiqh telah mencatat bahwa bila ada dua orang laki-
               laki  bersama  dengan  satu  orang  perempuan  atau  dua  orang
               perempuan dengan satu orang laki-laki bukan tergolong khalwah
               yang  diharamkan.  Syekh  Zakariyya  al-Anshari  asy-Syafi’i  dalam
               Syarh Raudl ath-Thalib, berkata: “Boleh bagi seorang laki-laki untuk
               berkumpul  dengan  dua  orang  perempuan  yang  dapat  dipercaya
                       14
               [tsiqah]” . Demikian pula disebutkan oleh Syekh Muhammad al-
                              15
               Amir al-Maliki .
                     Yang diharamkan adalah khalwah antara satu orang laki-laki
               dengan  satu  orang  perempuan,  sebagaimana  diterangkan  dalam
               hadits Nabi:

                                            "  ناطِشلا اموثلاث ناك ٗإ ةأرماب لجر نيليخ  ٗ  "





                      14  Lihat Syarh ar-Raudl (3/407)
                      15  Lihat Hasyiat al-Amir ‘Ala al-Majmu’ (1/215)

                                               29
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38