Page 30 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 30
menjadikannya sebagai tamu?”. Salah seorang sahabat dari kaum
Anshar berkata: “Saya wahai Rasulullah”. Kemudian ia membawa
tamu tersebut menuju rumahnya. Ia berkata kepada isterinya:
“Muliakanlah tamu Rasulullah ini !”. Sang isteri menjawab: “Kita
tidak memiliki jamuan kecuali makanan anak kita”. Sahabat Anshar
berkata: “Siapkanlah makanan itu, hidupkanlah lampu dan
tidurkanlah anak-anakmu jika saat [kita hendak] makan malam !”.
Kemudian sang isteri menyiapkan makanan, menghidupkan
lampu dan menidurkan anak-anaknya. Setelah itu ia mendekati
lampu seakan hendak membenarkannya, namun ia malah
memadamkannya. Kemudian kedua suami isteri ini mengerak-
gerakkan tangannya memperlihatkan kepada tamu seakan-akan
sedang makan. Akhirnya keduanya tidur malam dalam keadaan
lapar. Saat menghadap Rasulullah di pagi harinya, Rasulullah
bersabda:
"امكلاعف نم بجع وأ ةلِللا للها كحض "
Kemudian turun firman Allah:
مه كئلوأف هسفن حش قيُ نمو ،ةصاصخ مبه ناك يلو موسفنأ ٌلع نورثؤُو ﴿
9 ) :رشح لا ـ ةريس ﴾ ( نيحلفلما
Makna [كحض] dalam hadits di atas “meridlai” bukan berarti
“tertawa” layaknya manusia. (artinya Allah meridlai apa yang
kalian kerjakan tadi malam). Sebagaimana hal ini dinyatakan al-
26

