Page 37 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 37
BAB VI
HUKUM BERJABAT TANGAN ANTARA
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN
TANPA PENGHALANG
20
Ibnu Hibban meriwayatkan dari Umaimah binti Ruqaiqah,
21
dan Ishaq ibn Rahawaih dari Asma’ binti Yazid bahwa Rasulullah
bersabda:
ـ ءا " سنلا حفاصأ ٗ َ " نإ ـ
Maknanya: "Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan kaum
perempuan". (H.R. Ibn Hibban dan dishahihkannya. Sementara
sanad Ishaq ibn Rahawaih dinyatakan Ibn Hajar sebagai sanad yang
hasan)
22
Sedangkan pernyataan Ummu ‘Athiyyah yang mengatakan
bahwa Rasulullah membaiat kaum perempuan, lalu ia
membacakan firman Allah:
20 Al-Ihsan Bi Tartib Shahih Ibn Hibban: Kitab as-Sair: Bab Bai’at al-A’imah
(7/41)
21 Disebutkan oleh Ibn Hajar dalam al-Mathalib al-‘Aliyah (2/208)
22 Dikeluarkan al-Bukhari dalam Shahih-nya: Kitab at-Tafsir: Surat al-
Mumtahanah. Juga dalam Kitab al-Ahkam: bab bai’at an-Nisa.
33

