Page 41 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 41
29
Dalam riwayat ath-Thabarani diriwayatkan bahwa
Rasulullah memerintah ‘Umar untuk membaiat kaum perempuan.
Dalam riwayat inipun pengertiannya dengan tanpa bersentuhan
kulit, sebagaimana diterangkan oleh ath-Thabarani sendiri.
Kemudian, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud,
diriwayatkan pula oleh Yahya ibn Salam dalam tafsirnya dari as-
Sya’bi bahwa kaum perempuan mengambil baiat dari Rasulullah
dengan memegang tangannya yang tertutup kain.
30
Dalam kitab Tharh at-Tastrib disebutkan : “Pernyataannya
[‘Aisyah]: "Rasulullah membaiat kaum perempuan dengan
ucapan", artinya dengan tanpa berjabat tangan. Pernyataannya ini
sekaligus menunjukkan bahwa baiat bagi kaum laki-laki dengan
ucapan dan berjabat tangan. Sebagian ahli tafsir menyebutkan
bahwa saat hendak membaiat kaum perempuan, Rasulullah
menyuruh untuk didatangkan suatu bejana air, kemudian ia
memasukkan tangannya ke dalam air bejana tersebut, lalu kaum
perempuan memasukkan tangannya masing-masing kedalam air
yang sama. Satu pendapat mengatakan bahwa Rasulullah berjabat
tangan dengan mereka memakai kain penghalang pada tangannya.
Pendapat lain menyebutkan bahwa ‘Umar berjabat tangan dengan
mereka [tanpa kain penghalang] atas nama Rasulullah. Yang
terakhir ini jelas sesuatu yang tidak benar, bagaimana mungkin
sahabat ‘Umar melakukan sesuatu yang tidak dilakukan
Rasulullah”.
29 al-Mu’jam al-Kabir (25/45). Lihat pula Majma’ az-Zawaid (6/38), Musnad
Ahmad (6/408-409) dan Mushannaf Ibn Abi Syaibah (3/390).
30 Tharh at-Tatsrib (7/44)
37

